SuaraSumsel.id - Sebanyak 60 emas batangan seberat total 6,9 kilogram diamankan dari seorang penumpang asal Bangladesh yang tiba di Dhaka menggunakan penerbangan Emirates Airlines dari Dubai.
"Setelah menerima informasi rahasia, pejabat bea cukai menahan warga negara Bangladesh itu beserta emas batangan senilai sekitar 51,7 juta taka," kata Mohammad Marufur Rahman, seorang pejabat senior bea cukai, dilansir laman Xinhua, Kamis (19/11/2020).
Lelaki tersebut ditahan saat melintasi area jembatan boarding di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal di Dhaka sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada Rabu.
Menurut Marufur Rahman, lelaki tersebut akan diserahkan kepada kepolisian.
Sejumlah narasumber mengatakan, geng penyelundup lokal yang memiliki hubungan dengan kaki tangannya di luar negeri, semakin sering menggunakan Bangladesh sebagai lokasi transit untuk transportasi emas ilegal, mata uang asing, obat selundupan, dan obat-obatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin