SuaraSumsel.id - Hidup seseorang memiliki jalan takdirnya sendiri. Kisah viral seorang bidan yang berhasil bangkit dan dari kegagalan rumah tangga, viral di media sosial di Palembang, Sumatera Selatan.
Kisahnya dibagikan oleh @indahghsusan, dalam dua kali kontennya.
Begini kisah mengharukan namun inspiratif seorang perempuan kuat ini.
Awalnya, ia berhasil lulus kuliah dan menjadi seorang bidan.
Dengan menampakkan foto bersama rekan kerja dengan menggunakan seragam, sekaligus memperlihatkan tempat prakteknya, ia memperlihatkan mampu menjadi seorang bidan yang berdedikasi.
Saat keberhasilan karier itu, ia memutuskan menikah dengan kekasih hatinya. Dari pernikahan yang penuh cinta itu, ia dikaruniai seorang anak perempuan cantik dan menggemaskan.
Namun biduk rumah tangga yang dibangun dengan rasa cinta itupun harus luluh lantak.
Delapan tahun pernikahan, biduk rumah tangga diganggu seorang pelakor.
“Tapi ada kisah sedih yang baru saja dimulai. Saat itu datang PELAKOR yang merampas semuanya,” begitu tulis status perempuan ini.
Baca Juga: Ketahuan Tak Pakai Masker Saat Tugas, Oknum Dishub: Hanya Orang Sakit Saja
Saat usia 4 tahun, anak sakit. Sang suami memutuskan meninggalkan keduanya atas keinginan pelakor tersebut.
“Sedih dan sakit, tapi harus tetap tegas. Yang aku pikirkan saat itu, cuma ANAK, hanya bisa berdoa dan bersabar,” sambungnya.
Di situasi yang sulit itu, pelakor pun penah menghubunginya dengan mengirimkan video kebersamaan sang suami yang sedang liburan.
Pelakor menyampaikan jika rencana pernikahan mereka akan berlangsung pada tiga bulan lagi. Pernikahan itu tercatat di KUA.
“8 tahun nikah hancur gitu aja gara-gara pelakor, pelakor pamer foto kebersamaan. Gak nyangka banget hidup hancur karena pelakor,” tulisnya.
Meski hati sedih dan hancur, ia bertekad ingin curhat, ke Baitullah.
Kepergiaannya ke Baitullah Mekkah terkabul berkat nabung dan doa dari ibu. Dari kekuatan doa dan kenyakinan itulah, ia berhasil membuka usaha rumah makan.
Setiap hari rumah makannya ramai pembeli. Hobi memasak menjadi salah satu sumber penghasilan buat keluarga.
Kian hari bisnis rumah makan itu kian berkembang. Dari bisnis rumah makan ini lah ia berhasil menabung dan mencapai mimpi berkeliling dunia.
“Doa pejuang sepertiga malam,” tulisnya.
Ia memperlihatkan kepergiannya di beberapa kota terkenal seperti di Paris, Berlin, Turkey, Brusel, Swiss, Singapora, Sydney, Hongkong, Austria, Amsterdam, Colombo dan kota-kota internasional lainnya.
“Jadi wanita harus kuat dan berjuang. Walaupun dicampakkan, disakiti laki-lai, Insya Allah, kita bisa berdamai di atas badai, tetap ikhlas, sabar dan salat. Kalian pasti bisa,” ungkapnya.
Di akhir video pun ia memperlihatkan foto sang buah hati yang kian tumbuh besar sambil menuliskan, jika anak perempuan inilah yang menjadi sumber kekuatan hidupnya saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Waktu Imsak Palembang 24 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Jadwal Subuh dan Niat Puasa
-
Baru 3 Hari Lahir, Bayi Ini Diduga Ditawarkan Rp52 Juta di Palembang
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Terdakwa Korupsi Alex Noerdin Jalani Perawatan Intensif
-
Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel, Solusi Keuangan Terencana dengan Peluang Raih Toyota Rush
-
Kembalikan Kerugian Negara Rp750 Juta, Harnojoyo Hanya Dituntut 3,5 Tahun