SuaraSumsel.id - Setelah setahun mengarungi tiga benua, Amerika, Eropa dan Asia, kapal yang dimiliki pasangan suami istri musisi internasional, Arka Kinari akhirnya tiba di titik nol jalur rempah, Banda Naira.
Pejalanan Arka Kinari ialah pelayanan dengan misi integrasi budaya dan alam sekaligus menelusuri yang disebut jalur rempah selama ini. Pasangan suami istri, Grey dan Nova merupakan pasangan yang berbeda kewarganegaraan.
Grey warga Spayol sedangkan Nova ialah perempuan asal kota Malang, Jawa Timur, keturunan Bugis, Sulawesi selatan di Rotterdam, Belanda.
Grey dan Nova memberi nama kapal Arka Kinari yang berarti bertahan hidup.
“Arka adalah kapal, sedangkan Kinari dalam militologi Hindu yang berarti bertahan hidup. Arka Kinari artinya kami bertahan hidup dalam kapal," ungkap Nova usai tiba di Banda Naira dan disambut hangat oleh warga, akhir pekan lalu, (19/20/2020).
Kapal Arka Kinari bertolak dari Rotterdam, Belanda pada 23 Agustus 2019. Mereka menempuh perjalanan dengan menyinggahi pulau-pulau lintas negara dan benua.
Di setiap pulau yang disinggahi, Grey dan Nova bersama awak Arka Kinari melakukan pementasan seni dan budaya, bersosialisasi guna menyampaikan pesan merawat bumi dan laut, seperti tidak membuang sampah di laut.
"Misi pelayaran dari Belanda ialah berbagi ilmu tentang seni dan budaya, serta menjaga alam. Dalam program jalur rempah ini guna mengedukasi Indonesia pentingnya pertukaran seni dan budaya itu," kata Nova.
Nova mengakui pelayaran kapal ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mereka sempat tertahan di Guam, sebuah negara dalam teritori Amerika Serikat sekitar empat puluh hari untuk mengindari badai serta adanya masalah administrasi keimigrasian.
Baca Juga: Tambah 71 Pasien Baru, Pasien Positif Covid 19 di Sumsel Capai 5.420 Orang
"Lebih dari satu tahun kita berlayar untuk sampai di sini (Banda Naira) titik nol jalur rempah. Ada jalur pendek, tapi penuh resiko karena harus lintasi wilayah bajak laut dan Samudera Hindia yang penuh badai. Karena itu pelayaran ini lama, demi Kepulauan Banda kami harus melakukan itu," ungkap Nova.
Karena situasi pandemi, kapal Arka Kinari sempat harus lego jangkar di kawasan Lava Flow, Pulau Gunung Api Kepulauan Banda.
Seluruh awak kapal berjumlah delapan orang dari berbagai negara ini menjalani rapid tes dan dinyatakan tidak reaktif akan virus.
Barulah, pada Sabtu (19/9/2020), warga Banda Naira menyambut kedatangan kapal layar Arka Kinari secara adat.
Prosesi penyambutan dilakukan dengan kora-kora adat dan cakalele Kampung Fiat, Negeri Kampung Baru dari pintu masuk Teluk Banda Naira.
Saat penyambutan kapal, pemilik kapal Grey Filastine warga Spanyol dan Nova Ruth, warga Indonesia langsung naik kora-kora adat dan berdayung bersama warga hingga ke darat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Emas Dilepas Demi Lebaran, Warga Ini Rela Jual Perhiasan Agar Bisa Pulang Kampung
-
BRI Catat Remittance Migrant Naik 27,7% Jelang Lebaran 2026
-
6 Cara Hemat BBM dan Energi dari Herman Deru, Saat Lebaran Warga Diminta Siaga Ekonomi Global