SuaraSumsel.id - Kementrian Agama (Kemenag) segera menyelenggarakan program penceramah bersertifikat yang akan melibatkan banyak pihak, seperti Lemhana, BPIP, BNPT, MUI dan ormas lainnya.
Program inipun sempat dipertanyakan bagaimana mensertifikasi para penceramah yang ada di masyarakat saat ini.
Kasubag Humas Kemenag Sumsel Saefuddin menjelaskan, yang benar ialah penceramah bersertifikat bukan sertifikasi penceramah.
“Sehingga tidak berkonsekuensi apapun,” katanya kepada Suara.com, Minggu (6/9/2020).
Program penceramah bersetifikat merupakan arahan Wapres Ma’aruf Amin yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Program ini menargetkan 8.200 penceramah yang terdiri atas 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat.
Pelibatan banyak pihak di antaranya ditujukan seperti Lemhanas yang akan memberikan pengetahuan ketahanan ideologi, BNPT guna mengetahui apa yang sedang terjadi di Indonesia dan dunia dan BPIP agar paham Pancasila, hubungan agama dan negara.
“Sedangkan MUI sebagai lembaga otoritarian di bidang agama,” terang Saefuddin.
Kegiatan program sertifikasi penceramah yang berlangsung pada 5-7 September 2020, diikuti oleh 132 peserta yang merupakan pejabat di lingkungan Kanwil Provinsi se Indonesia, pimpinan ormas islam, MUI di tingkat provinsi, serta pejabat dan pelaksana di lingkungan Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam.
Baca Juga: Buku Agama SD di Pangkalpinang Ditarik karena Menghina Nabi Muhammad
Berita Terkait
-
Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop
-
Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel
-
Influencer Fintech Mulai Dibekali Sertifikasi Khusus demi Lindungi Konsumen
-
7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon
-
Sertifikasi Halal Diundur ke 2028, FKBI Kritik Pemerintah: Kalah oleh Oligarki Rokok!
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer
-
Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan