SuaraSumsel.id - Barang bekas bisa jadi bukanlah sampah akhir yang tidak dapat lagi dimanfaatkan. Di tangan delapan remaja kreatif di kota Palembang, Sumsel ini sejumlah barang bekas malah bisa menghasilkan listrik.
Para remaja yang bermukim di Kampung Cempaka Warna-warni yang berlokasi di Jalan Batu Nila, Lorong Cempaka, RT 18 RW 5, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang mampu membuat Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (LPTB) mini.
Mereka ialah Ayu Zahrah (18), Julia (17), Dea Sefira (16), Alnisya (17), Nabila (17), Marsyalia (16), Nanda (18), dan Johan (17).
Ayu menceritakan, ia bersama dengan teman-temannya berusaha memanfaatkan barang bekas yang ada di kampung, mulai dari mangkuk, bambu, dinamo kipas angin, hingga aki bekas.
“Kesemua barang yang kami pakai ialah barang bekas,” ucap Ayu, Jumat (4/9/2020).
Pembuatan pembangkit ini pun berlangsung saat kesemuanya libur di rumah guna menghindari penyebaran virus Corona Disease (Covid 19).
Awalnya, mereka kerap berkumpul di sebidang lahan kosong yang ada di kampungnya.
“Mulanya kami tidak ada kegiatan, lalu kami berkumpul di depan rumah teman yang lahannya masih kosong. Di situlah mulai muncul idenya,” ujar mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.
Dari sebidang lahan kosong tersebut, kreativitas kolektif terus muncul, seperti menanami tanam dengan beragam sayuran, seperti halnya kangkung, terong, pakcoy hingga kemangi.
Baca Juga: Sakit, Petahana Heri Amalindo Tak Hadir Pendaftaran ke KPU
“Setelah sering berkumpul, akhirnya taman ini pun diberi nama Taman Kreatif Cinta Negeri, yang menjadi ruang bersama,” katanya.
Sayangnya, pada saat malam hari, taman kreatif tersebut gelap sehingga membutuhkan penerangan. Dengan kreatifitas bersama, Ayu bersama ketujuh temannya berdiskusi bagaimana membuat sebuah pembangkit yang memproduksi listrik.
“Dengan didampingi Om Mahgodi yang juga warga di kampung Cempaka ini, kami mengumpulkan barang-barang bekas guna disulap menjadi PLTB mini. Pembangkit ini mampu menghasilkan listrik,” terang Ayu.
Berbagai barang bekas seperti halnya mangkuk menjadi baling-baling pembangkit, generator yang digunakan berasal dari dinamo kipas angin yang sudah tidak terpakai dan aki yang juga sudah rusak.
“Cara kerjanya, generator digerakkan angin, lalu menghasilkan energi listrik yang mengalirkan listrik ke aki. Dari aki, sumber listrik disambungkan ke lampu-lampu penerangan,” ungkap Ayu.
Dengan pengerjaan selama dua pekan, kini taman kreatif sudah bisa terang saat malam hari. Dari pembangkit yang berbahan barang bekas tersebut telah mampu menghasilkan daya 35 watt dengan tegangan 220 volt.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel