Scroll untuk membaca artikel
M Nurhadi
Senin, 10 Agustus 2020 | 15:11 WIB
Alasannya, pihak sekolah mengatakan Hendra tak bisa menulis karena tangannya tidak normal. Padahal, meski "berbeda", Hendra memiliki kemampuan selayaknya pelajar pada umumnya. [padangkita/Ist]

Alasan lain dari pihak sekolah terpaksa meminta Hendra mundur dari sekolah ialah karena tidak memiliki guru khusus untuk mengajar siswa penyandang disabilitas. Mereka khawatir jika Hendra tidak mendapatkan pendidikan yang selayaknya.

Adanya kabar seorang siswa yang diminta mundur karena kekurangannya ini sempat ramai diperbincangan di dunia maya. Setelah viral, pihak sekolah kemudian meminta Hendra untuk kembali melanjutkan studi di sekolah tersebut.

Dua guru dari sekolah terkait bahkan datang dan meminta maaf dan menyatakan jika apa yang terjadi sebelumnya hanya kesalahpahaman.

Meski begitu, orang tuanya mengaku ragu untuk kembali menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Tamanan usai mendapatkan perlakuan itu. Mereka menyerahkan keputusan pada Hendra demi kebahagiaan dan kenyamanannya.

Baca Juga: Bawaslu Sulawesi Selatan Temukan Fakta 14.380 Pemilih Pemula Tak Terdaftar

Load More