Sejak dibagikan cerita Fazri tersebut viral di media sosial. Banyak warganet yang merasa miris setelah menyimaknya.
"Sedih sekali rasanya. Sebagian orang ada orang yang mengambil kesempatan untuk menjualnya dengan harga tinggi, tapi ada juga yang tak mampu beli dan menukarnya," tulis @f_tien***.
"Dalam keadaan genting seperti ini semoga pihak yang berwajib dan kalangan mampu membagikan masker gratis kepada seluruh rakyat Malaysia," kata @Syla***.
Sementara warganet lainnya tergerak hatinya untuk menyumbangkan masker di sekolah Fazri.
Lebih lengkapnya, utas Fazri soal muridnya yang menjahit masker bekas karena tak mampu beli, bisa disimak di sini.
Untuk diketahui, otoritas Malaysia mewajibkan warganya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah sejak 1 Agustus 2020.
Apabila ada yang melanggar, maka akan dikenai denda RM 1,000 atau setara Rp 3,5 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
PERBANAS Dorong Perbankan Nasional Perkuat Likuiditas dan Manajemen Risiko di Tengah Tekanan Global
-
Jadwal Imsak Palembang Sabtu 7 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Waktu Sahur
-
Cabai dan Ayam Mulai Naik di Palembang, Warga Bilang: Tanda Lebaran Sudah Dekat
-
Dari Mengasuh Anak Majikan ke Kursi Terdakwa: Kisah Refpin, ART yang Dituduh Cubit Anak DPRD
-
ART Asal Sumsel Disidangkan karena Dituduh Cubit Anak Anggota DPRD Bengkulu