Sejak dibagikan cerita Fazri tersebut viral di media sosial. Banyak warganet yang merasa miris setelah menyimaknya.
"Sedih sekali rasanya. Sebagian orang ada orang yang mengambil kesempatan untuk menjualnya dengan harga tinggi, tapi ada juga yang tak mampu beli dan menukarnya," tulis @f_tien***.
"Dalam keadaan genting seperti ini semoga pihak yang berwajib dan kalangan mampu membagikan masker gratis kepada seluruh rakyat Malaysia," kata @Syla***.
Sementara warganet lainnya tergerak hatinya untuk menyumbangkan masker di sekolah Fazri.
Lebih lengkapnya, utas Fazri soal muridnya yang menjahit masker bekas karena tak mampu beli, bisa disimak di sini.
Untuk diketahui, otoritas Malaysia mewajibkan warganya memakai masker saat beraktivitas di luar rumah sejak 1 Agustus 2020.
Apabila ada yang melanggar, maka akan dikenai denda RM 1,000 atau setara Rp 3,5 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
5 Cushion Lokal Terbaru untuk Makeup Praktis di 2026
-
5 Ciri Warkop Legendaris Palembang yang Jadi Tempat Kumpul Cerita Warga Kota
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Liburan Lebih Praktis, Kartu Debit Bank Sumsel Babel Temani Perjalanan di Italia
-
Revitalisasi Makam Ario Damar Tuai Kritik, Dari Nama Salah sampai Bangunan Bocor