- Jaksa KPK mendakwa Bupati Muara Enim nonaktif Edison serta dua petinggi PT MSA terkait suap pengurangan temuan pemeriksaan BPK proyek smartboard.
- Temuan awal BPK senilai Rp29,05 miliar atas pengadaan perangkat digital tersebut diduga dikurangi untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
- Dalam sidang di Pengadilan Tipikor, jaksa menguraikan aliran dana Rp500 juta dan keterlibatan pihak lain termasuk nama Bobby Adhityo Rizaldi.
Jaksa kemudian menyebut adanya upaya mencari bantuan melalui Augusz Dewanggara alias Angga, yang disebut memiliki kedekatan dengan Bobby Adhityo Rizaldi.
Jaksa juga menguraikan dugaan penyerahan uang Rp500 juta yang berkaitan dengan upaya mengurangi temuan pemeriksaan BPK.
Menurut dakwaan, pada 4 Juni 2026, Abi Nurwardani, yang saat itu menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, disebut meminta pihak PT Millennium Solusi Abadi (MSA) menyiapkan uang tersebut.
Permintaan itu kemudian dilaporkan Cory Erin Hardi kepada Fika Nur Alawi, Direktur PT MSA. Jaksa menyebut Fika menyetujui pengeluaran uang tersebut.
Baca Juga:PTBA Pamerkan Tapis, Batik Kujur, dan Songket Silungkang di INACRAFT 2026
Dari total Rp500 juta, sebesar Rp120 juta disebut berasal dari dana perusahaan, sedangkan Rp380 juta lainnya berasal dari uang pribadi Fika.
Pada 6 Juni 2026, Cory disebut menyerahkan uang tersebut kepada Abi dalam sebuah kardus air mineral di area parkir Hotel Posto Domire, Bendungan Hilir, Jakarta.
Jaksa selanjutnya menguraikan bahwa Abi diduga menyerahkan Rp200 juta kepada Angga dan Mulyono dalam pertemuan di sebuah restoran di kawasan Bogor. Sementara itu, sisa Rp300 juta disebut masih dikuasai Abi.
Pengadaan Smartboard Bernilai Puluhan Miliar Rupiah
Dalam dakwaan, jaksa juga menguraikan nilai kontrak pengadaan perangkat pembelajaran digital di Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga:Sidang Korupsi Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Skema Fee, 5 Persen untuk Bupati Edison
Pengadaan smartboard untuk siswa sekolah dasar memiliki nilai kontrak Rp31,36 miliar dengan penyedia PT My Icons Technology (MIT). Sementara pengadaan untuk siswa sekolah menengah pertama bernilai Rp7,79 miliar dengan penyedia PT Meta Data Teknologi (META).
PT MSA disebut memiliki afiliasi dengan kedua perusahaan tersebut dalam uraian perkara.
Jaksa menduga pemberian uang Rp500 juta berkaitan dengan upaya memengaruhi proses pemeriksaan dan mengurangi temuan BPK atas pengadaan tersebut.
Perkara ini menjadi sorotan karena menyangkut pengadaan fasilitas pendidikan, pemeriksaan keuangan pemerintah daerah, serta dugaan upaya mempertahankan opini WTP.
Tiga Terdakwa Mengajukan Eksepsi
Dalam sidang tersebut, jaksa membacakan dakwaan terhadap Bupati Muara Enim nonaktif Edison, Direktur PT MSA Fika Nur Alawi, dan staf pemasaran perusahaan Cory Erin Hardi.