- Pertamina Hulu Rokan Zona 4 menguji Sumur GNK-115 di Sumatera Selatan pada 5 Oktober 2026.
- Metode batch drilling menghasilkan potensi produksi minyak sebesar 2.423,29 BOPD dan gas 1,95 MMSCFD.
- Pencapaian tersebut bertujuan mengoptimalkan produksi migas di lapangan matang guna mendukung ketahanan energi nasional.
SuaraSumsel.id - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat keberhasilan pengembangan sumur minyak dan gas melalui inovasi batch drilling di Struktur Gunung Kemala, wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, Sumatera Selatan. Dalam uji alir awal, Sumur GNK-115 menunjukkan potensi produksi minyak mencapai 2.423,29 barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 1,95 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Hasil tersebut diperoleh melalui pengujian initial flow test dengan metode natural open flow pada 5 Oktober 2026. Keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya PHR Zona 4 mengoptimalkan produksi minyak dan gas, terutama dari lapangan yang telah lama beroperasi atau mature field.
General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, mengatakan inovasi dalam kegiatan operasi hulu migas terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan energi nasional.
“Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga:PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
Batch drilling percepat pengembangan sumur
Pengembangan Sumur GNK-115 dimulai pada 21 Juli 2026 dengan menerapkan teknik batch drilling. Metode ini memungkinkan pengeboran beberapa sumur yang lokasinya berdekatan dilakukan secara bertahap tanpa harus berulang kali membongkar dan memasang kembali rig pengeboran.
Pendekatan tersebut diterapkan untuk meningkatkan efisiensi kegiatan pengeboran sekaligus mendukung optimalisasi pengembangan potensi minyak dan gas di Struktur Gunung Kemala.
GNK-115 menjadi sumur pengembangan kedua di struktur tersebut yang dibor menggunakan teknik batch drilling. Sebelumnya, PHR Zona 4 berhasil mengembangkan Sumur GNK-114 pada akhir September 2026 dengan kombinasi teknik batch drilling dan dual completion, yakni penyelesaian sumur dengan konfigurasi yang memungkinkan produksi dari dua zona reservoir.
Keberhasilan kedua sumur tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya perusahaan untuk meningkatkan potensi produksi di wilayah kerja PEP Prabumulih Field.
Baca Juga:Pertamina EP Temukan Lapisan Produktif Baru di PALI, Sumur BNG-082 Hasilkan Minyak dan Gas
Selain hasil uji alir awal, pengembangan GNK-115 juga mencatat total 57.288 jam kerja selamat (safe man hours) sejak pengeboran dimulai.
PHR Zona 4 menyatakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta keunggulan operasional (operational excellence) tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan pengeboran.
Penerapan standar keselamatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan operasi hulu migas, terutama pada kegiatan pengeboran yang membutuhkan pengendalian risiko secara ketat.
PHR Zona 4 selanjutnya menargetkan penyelesaian pengeboran menggunakan teknik batch drilling pada sumur-sumur lain di sekitar Struktur Gunung Kemala.
Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan pencapaian GNK-115 akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan-lapangan yang telah memasuki fase produksi matang.
“Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi,” ujar Reza.