- Wali Kota Palembang Ratu Dewa menuai kritik karena menyatakan tetap enjoy di tengah kabut asap pada 5 Oktober 2026.
- Ratu Dewa kemudian mengklarifikasi bahwa kata tersebut berarti tetap tenang menghadapi krisis, bukan merasa senang atas penderitaan warga.
- Unggahan media sosial menyandingkan pernyataannya dengan Leonardo DiCaprio untuk mengkritik respons pejabat terhadap krisis lingkungan.
Namun, gambar tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa DiCaprio secara khusus sedang menanggapi karhutla di Sumatera Selatan. Perbandingan dalam unggahan lebih tepat dipahami sebagai cara pembuatnya menyampaikan kritik mengenai respons terhadap krisis lingkungan.
Perdebatan mengenai pernyataan enjoy berlangsung ketika persoalan kabut asap masih menjadi perhatian masyarakat Palembang.
Dalam situasi seperti ini, komunikasi pejabat publik menjadi penting karena pilihan kata dapat memengaruhi cara masyarakat memahami keseriusan pemerintah dalam menangani krisis. Di sisi lain, penanganan karhutla tidak cukup dilakukan melalui komunikasi publik. Upaya pencegahan kebakaran, pemadaman titik api, penegakan hukum, pemantauan kualitas udara, dan perlindungan warga terdampak tetap menjadi bagian penting dari respons pemerintah.
Perbandingan Ratu Dewa dan Leonardo DiCaprio dalam unggahan tersebut pada akhirnya mengangkat pertanyaan yang lebih luas: bagaimana pemimpin dan tokoh publik menyampaikan sikap ketika masyarakat menghadapi ancaman lingkungan?
Baca Juga:Dari Tari Tanggai hingga Lukisan Presiden 2045, Seniman Suarakan Kritik Karhutla