Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel

Wamen LH/BPLH Diaz meminta perusahaan di Sumsel memperkuat pencegahan karhutla dengan membangun infrastruktur air seperti sekat kanal dan pompa untuk menjaga gambut tetap basah.

Tasmalinda
Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20 WIB
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Sumsel bersama jajaran.
Baca 10 detik
  • Wamen LH/BPLH Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta perusahaan di Sumatera Selatan membangun infrastruktur air pada 7 Oktober 2026.
  • Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan GAPKI menyatakan kesiapan mendukung pencegahan karhutla melalui pembasahan lahan gambut.
  • Pemerintah daerah dan desa diminta berkomunikasi dengan masyarakat untuk mengatasi penolakan pembangunan sekat kanal.

SuaraSumsel.id - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Wamen LH/BPLH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta perusahaan di Sumatera Selatan memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun infrastruktur pengelolaan air, terutama di kawasan gambut.

Menurut Diaz, pengendalian karhutla di lahan gambut tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Kondisi lahan harus dijaga tetap basah agar risiko kebakaran berulang dapat ditekan.

Hal tersebut disampaikan Diaz dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Kantor BPBD Sumatera Selatan, Palembang, Rabu (7/10/2026), bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan perwakilan perusahaan. “Pemerintah pusat dan daerah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, kami memerlukan kerja sama dan dukungan dari pihak swasta,” kata Diaz.

Ia mengatakan perusahaan, khususnya yang memiliki wilayah konsesi di kawasan rawan karhutla, memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran yang berulang setiap tahun. “Kami datang ke sini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan ini bersama-sama,” ujarnya.

Baca Juga:Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter

Api di Gambut Bisa Menjalar di Bawah Permukaan

Diaz menjelaskan penanganan karhutla harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Pada lahan gambut, api dapat menjalar di bawah permukaan sehingga penanganannya membutuhkan strategi berbeda.

Karena itu, operasi modifikasi cuaca maupun penyiraman dari udara tidak dapat menjadi satu-satunya cara untuk menangani kebakaran gambut. “Untuk menangani kebakaran di lahan gambut, operasi modifikasi cuaca dan penyiraman air dari udara tidak dapat menjadi satu-satunya andalan. Api di lahan gambut harus dipadamkan, dan kondisi gambut harus terus dijaga agar tetap basah,” katanya.

Salah satu langkah yang didorong adalah pembangunan sekat kanal untuk menahan air di kawasan gambut. Pemerintah dan perusahaan juga diminta mengidentifikasi sungai terdekat yang dapat menjadi sumber air, sekaligus menyiapkan titik pengambilan air dan pompa untuk mengalirkannya ke lahan.

“Saya meminta dukungan perusahaan-perusahaan untuk membangun infrastruktur guna mengatasi atau memitigasi kebakaran lahan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kami membutuhkan kontribusi perusahaan dalam upaya tersebut,” ujar Diaz.

Baca Juga:Kabut Asap Palembang Belum Usai, Warga Serukan 'Udara Bersih adalah Hak' di Ampera

Namun, pembangunan infrastruktur pengelolaan air tidak sepenuhnya tanpa kendala. Diaz mengungkapkan masih ada sebagian masyarakat yang menolak pembangunan sekat kanal karena khawatir akses pengangkutan hasil produksi terganggu dan lahan menjadi terlalu basah.

Karena itu, pemerintah daerah hingga pemerintah desa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten/kota diminta aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat. “Kepala desa dan DLH kabupaten/kota diharapkan berperan ketika perusahaan telah berkomitmen untuk membantu. Dengan demikian, kita dapat menjaga kelestarian ekosistem gambut,” ujarnya.

APHI Sebut 9 Pompa Digunakan di Sungai Mesuji

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso menyatakan kesiapan dunia usaha untuk mendukung penguatan infrastruktur pencegahan karhutla.

Ia mengatakan sejumlah perusahaan telah melakukan pembasahan lahan gambut, salah satunya dengan menggunakan pompa sentrifugal untuk menaikkan air ke lahan. “Di Sungai Mesuji, kami menggunakan sembilan pompa sentrifugal untuk menaikkan air ke lahan gambut. Upaya itu sudah kami lakukan,” katanya.

Menurut Soewarso, muka air di lahan gambut cenderung turun ketika musim kemarau sehingga membutuhkan tambahan pasokan air. “Pada musim kemarau, muka air di lahan gambut turun sehingga pasokan airnya perlu ditambah. Karena itu, diperlukan keterpaduan, kerja sama, dan kejelasan pihak yang memimpin upaya ini,” ujar Soewarso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak