- Sebanyak 353 personel gabungan memadamkan karhutla di Desa Muara Medak sejak 15 September hingga 4 Oktober 2026.
- Tim gabungan menggunakan tiga helikopter water bombing, puluhan alat berat, dan berbagai pompa air darat.
- Petugas juga membangun sekat bakar sepanjang 10 kilometer untuk mencegah perluasan area kebakaran di lokasi tersebut.
Di tengah operasi yang masih berlangsung, sumber awal kebakaran hingga Minggu sore masih dalam proses penelusuran. Berdasarkan pemantauan awal, salah satu area yang terdeteksi mengalami kebakaran tercatat sekitar 0,5 hektare.
Sementara itu, angka 5.800 hektare yang disebut dalam operasi penanganan bukan merupakan luas lahan terbakar.
Luas tersebut merupakan cakupan wilayah operasi yang meliputi pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar, serta upaya mencegah penjalaran api. Angka tersebut masih dimutakhirkan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin Letkol Inf. Dimas Kurniawan mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api baru.
Baca Juga:16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?
“Mari kita jaga bahu membahu untuk memadamkan api dan jaga jangan ada oknum yang masih membakar, sehingga tidak ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dimas.
Hingga kini, tim gabungan masih melanjutkan pemadaman dan pengendalian di sejumlah titik prioritas. Pola operasi disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk mencegah api kembali muncul maupun menjalar ke wilayah lain.