- Kabut asap pekat menyelimuti Kota Palembang pada Senin (5/10/2026), dengan kualitas udara mencapai level berbahaya sejak dini hari.
- BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Talang Betutu mencapai 881 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WIB.
- Dampak kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga 400 meter dan menunda 18 penerbangan.
Apa yang perlu dilakukan warga?
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung perlu mendapat perhatian lebih.
Bagi warga yang memang harus keluar rumah, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel polutan. Pemantauan kualitas udara juga penting dilakukan sebelum beraktivitas.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa kabut asap Palembang belum benar-benar mereda.
Baca Juga:Karhutla Belum Reda, 18 Penerbangan Palembang Kembali Terganggu hingga Kuala Lumpur
Senin pagi udara sudah berada pada level berbahaya. Senin malam, sejumlah titik kembali mencatat angka AQI sangat tinggi.
Dan bagi warga Palembang, pertanyaannya kini bukan lagi sekadar kapan asap datang, tetapi kapan udara kembali aman untuk dihirup?