- Warga bernama Fikri ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di kebun karet miliknya yang terbakar, Sabtu (3/10/2026).
- Korban mendatangkan lokasi bersama rekan-rekannya di Desa Pulau Beruang untuk memadamkan api yang membesar.
- Penyebab pasti kematian korban belum dipastikan karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sebelumnya, tim gabungan dilaporkan menangani karhutla yang diperkirakan membakar sekitar 200 hektare lahan di Kecamatan Tulung Selapan. Luasan tersebut masih berupa estimasi awal dan proses penghitungan masih berlangsung.
Penanganan di wilayah tersebut tidak mudah. Tim pemadam menghadapi akses menuju lokasi yang sulit serta keterbatasan jaringan komunikasi. Dari Palembang, perjalanan menuju titik kebakaran bahkan dapat memakan waktu sekitar enam jam. Pemadaman juga sempat mendapat dukungan helikopter water bombing.
Kondisi ini membuat karhutla di Tulung Selapan bukan hanya persoalan api yang membakar lahan. Ketika kobaran membesar, asap pekat, perubahan arah angin, serta medan yang sulit dapat menciptakan risiko langsung bagi siapa pun yang berada di sekitar titik kebakaran.
Kematian Fikri menjadi pengingat bahwa upaya memadamkan karhutla tidak dapat dilakukan seorang diri, terutama ketika api sudah membesar dan jarak pandang mulai tertutup asap.
Baca Juga:Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
Penyebab pasti kematian Fikri masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, api dan asap di sejumlah kawasan OKI masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius dan mengutamakan keselamatan warga di lapangan.