- Irjen Pol. Rony Samtana Tarigan resmi menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan menggantikan Irjen Pol. Sandi Nugroho.
- Penunjukan jabatan dan kenaikan pangkat resmi tersebut ditetapkan melalui Surat Telegram Kapolri pada awal Oktober 2026.
- Sebelum menjadi Kapolda, ia memiliki rekam jejak sebagai Wakapolda Sumsel, penyidik KPK, dan berpengalaman di bidang reserse.
Salah satu pengalaman kepemimpinan kewilayahan Rony adalah ketika dipercaya menjadi Kapolres Tapanuli Selatan pada 2015.
Jabatan tersebut menjadi salah satu fase penting sebelum kariernya berlanjut ke posisi strategis di bidang reserse Polda Sumatera Utara.
Dua tahun setelah menjadi Kapolres Tapanuli Selatan, Rony mendapat kepercayaan sebagai Wadirreskrimsus Polda Sumut. Pada 2018, ia kemudian dipercaya menjadi Dirreskrimsus Polda Sumut.
Dari Sumatera Utara, perjalanan karier Rony berlanjut ke tingkat Mabes Polri.
Baca Juga:Sumsel United Menang Perdana, Gol Kenneth Ngwoke Bungkam Persiraja di Aceh
Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri, sebelum menjadi Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri pada 2021 dan kemudian Wadirtipidter Bareskrim Polri.
Dari Wakapolda Sumut ke Wakapolda Sumsel
Rony kemudian mendapat kepercayaan menjadi Wakapolda Sumatera Utara pada Desember 2023. Setelah menjalankan tugas di Polda Sumut, ia mendapat penugasan baru ke Sumatera Selatan. Pada Januari 2026, Rony resmi menjabat Wakapolda Sumsel.
Posisi tersebut membuat Rony sudah mengenal lingkungan Polda Sumsel sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kapolda Sumsel.
Selama menjadi Wakapolda, Rony terlibat dalam berbagai agenda kepolisian di Sumatera Selatan, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penguatan fungsi reserse serta kegiatan pencegahan kejahatan narkotika.
Baca Juga:Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani
Karhutla menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi Sumatera Selatan. Isu tersebut juga sudah bersinggungan dengan tugas Rony sebelum ia menjadi Kapolda Sumsel.
Pada Mei 2026, ketika masih menjabat Wakapolda Sumsel, Rony memimpin apel kesiapsiagaan penanganan karhutla. Dalam agenda tersebut, Polda Sumsel menyiagakan ratusan personel gabungan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Rony juga memimpin penandatanganan nota kesepahaman mitigasi karhutla bersama sejumlah mitra sektor kehutanan. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa karhutla tidak hanya berkaitan dengan api dan asap, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, lingkungan dan aktivitas ekonomi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam tugas Rony di Sumsel sebelum ia dipercaya memimpin Polda Sumsel.
Perhatian pada pencegahan narkotika
Selain karhutla, Rony juga terlibat dalam agenda pemberantasan dan pencegahan narkotika. Pada 1 Oktober 2026, sehari sebelum namanya tercantum dalam telegram mutasi sebagai Kapolda Sumsel, Rony masih menjalankan tugas sebagai Wakapolda Sumsel. Ia membuka Focus Group Discussion fungsi Reserse Narkoba di Palembang.