- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka Musda XI Partai Golkar Sumatera Selatan di Palembang pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Bahlil menceritakan masa kuliah dan memuji mahasiswa kedokteran Unsri berprestasi asal Banyuasin yang merupakan anak asisten rumah tangga.
- Bahlil berkomitmen membantu pendidikan spesialis mahasiswa tersebut serta mendukung pembangunan klinik agar dapat mengabdi di daerah asalnya.
SuaraSumsel.id - Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadirkan suasana berbeda saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (2/8/2026).
Di tengah pidato yang membahas konsolidasi partai hingga pengelolaan sumber daya alam, Bahlil menyelipkan kisah masa kuliahnya yang mengundang gelak tawa ratusan kader Golkar.
Momen itu bermula ketika Bahlil mengapresiasi seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) asal Banyuasin yang merupakan anak dari seorang asisten rumah tangga. Di hadapan peserta Musda, ia menanyakan indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa tersebut.
Setelah mengetahui mahasiswa itu meraih predikat cum laude, Bahlil kemudian membandingkannya dengan capaian akademiknya semasa kuliah. "Saya dulu IPK cuma sekitar 2,75," ujar Bahlil sambil tersenyum.
Baca Juga:Bahlil di Musda Golkar Sumsel: Migas dan Batu Bara Jangan Terus Ditentukan dari Jakarta
Tak berhenti di situ, ia melontarkan candaan yang langsung disambut riuh tawa peserta Musda. "Mungkin karena IPK saya 2,75, itu juga yang membuat gelar doktor saya diragukan," katanya.
Ucapan tersebut sontak mengundang tepuk tangan dan tawa para kader yang memadati lokasi Musda.
Di balik candaan itu, Bahlil menyampaikan pesan serius kepada generasi muda agar tidak pernah merasa rendah diri karena latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi.
Ia mencontohkan mahasiswa kedokteran asal Banyuasin yang berasal dari keluarga sederhana sebagai bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
"Jangan minder, jangan malu kalau ibu bekerja sebagai asisten rumah tangga atau ayah bekerja serabutan. Yang menentukan masa depan adalah kemauan untuk belajar dan bekerja keras," ujarnya.
Baca Juga:Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie Dinialdie?
Bahlil juga mengenang perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana di kampung hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai menteri.
Menurutnya, kesempatan untuk meraih cita-cita terbuka bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat, tanpa memandang status sosial maupun pekerjaan orang tua.
Sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa tersebut, Bahlil juga menyatakan komitmennya untuk membantu pendidikan dokter spesialisnya dan mendukung pembangunan klinik agar kelak dapat mengabdi kepada masyarakat di daerah asalnya.