- Kasus dugaan pencurian ayam berujung kematian di Bali memicu perdebatan mengenai bahaya praktik main hakim sendiri.
- Warga di Palembang dan OKU Selatan melakukan penganiayaan terhadap terduga pelaku kejahatan hingga ada yang meninggal.
- Aparat kepolisian menegaskan bahwa tindakan kekerasan oleh massa merupakan pelanggaran hukum yang harus diproses secara pidana.
SuaraSumsel.id - Tragedi dugaan pencurian ayam yang berujung kematian akibat aksi massa di Bali kembali memicu perdebatan tentang praktik main hakim sendiri. Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kemarahan warga yang berubah menjadi kekerasan bukan hanya terjadi di satu daerah, tetapi juga berulang di berbagai wilayah Indonesia.
Di Sumatera Selatan, praktik serupa bukanlah fenomena baru. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus memperlihatkan bagaimana seseorang yang diduga melakukan tindak pidana menjadi sasaran amuk massa, mulai dari dipukuli, diikat, hingga ada yang meninggal dunia sebelum proses hukum berjalan.
Berikut sejumlah kasus yang sempat menjadi perhatian publik.
1. Terduga Maling di Palembang Diikat dan Dipukuli Warga
Pada Juni 2026, sebuah video memperlihatkan seorang pria yang diduga mencuri menjadi sasaran amuk massa di Palembang.
Baca Juga:Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, pria tersebut terlihat diikat dan dipukuli warga. Perekam video bahkan terdengar meminta massa menghentikan aksi kekerasan dan menyerahkan terduga pelaku kepada polisi.
Peristiwa itu memicu perhatian publik karena menunjukkan bagaimana dugaan tindak pidana berubah menjadi aksi penganiayaan yang juga berpotensi melanggar hukum.
2. Mantan Sopir Dipukul Beramai-ramai, Videonya Viral
Kasus lain terjadi di Palembang ketika video pemukulan terhadap seorang mantan sopir beredar luas di media sosial.
Korban menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang. Video tersebut memicu berbagai reaksi warganet dan akhirnya ditindaklanjuti aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan terhadap dugaan penganiayaan.
3. Terduga Pencuri Kopi di OKU Selatan Tewas Dikeroyok Massa
Kasus yang lebih tragis terjadi di Kabupaten OKU Selatan.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
Seorang pria yang diduga mencuri kopi meninggal dunia setelah diduga dikeroyok warga. Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena dugaan tindak pidana pencurian justru berujung pada hilangnya nyawa seseorang sebelum proses hukum dilakukan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan.
4. Kasus Amuk Massa di OKU Selatan Berujung Dugaan Pembunuhan
Polda Sumatera Selatan juga pernah mengungkap perkara yang semula disebut sebagai amuk massa di Kabupaten OKU Selatan.
Hasil penyelidikan menunjukkan peristiwa tersebut berkembang menjadi perkara pidana yang ditangani sebagai kasus pembunuhan. Polisi menetapkan tersangka dan menegaskan bahwa setiap tindakan yang menghilangkan nyawa seseorang tetap harus diproses sesuai hukum, meskipun terjadi dalam situasi yang melibatkan massa.
Main Hakim Sendiri Tetap Berisiko Pidana
Berulangnya kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa praktik main hakim sendiri masih menjadi tantangan di tengah masyarakat.