- Anak muda dan karyawan kini menjadikan bisnis jastip pempek sebagai sumber penghasilan tambahan yang stabil dengan risiko minim.
- Pelaku usaha disarankan menggunakan sistem pre-order, memilih supplier berkualitas, serta menetapkan harga jual secara strategis untuk keuntungan maksimal.
- Pemasaran melalui media sosial dan pengemasan produk yang aman menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan serta retensi pelanggan.
SuaraSumsel.id - Siapa sangka, dari sekadar titip beli Pempek, banyak anak muda kini mulai meraup penghasilan tambahan yang cukup stabil. Di tengah tren side hustle yang makin ramai, bisnis jastip pempek justru jadi peluang “diam-diam cuan”, modalnya kecil, risikonya minim, tapi pasarnya luas hingga luar kota.
Bahkan, tidak sedikit yang awalnya hanya coba-coba, kini rutin menerima puluhan order setiap minggu. Lalu, bagaimana cara memulainya tanpa takut rugi?
1. Mulai dari Sistem Pre-Order (PO), Jangan Langsung Stok Banyak
Langkah paling aman untuk pemula adalah menggunakan sistem pre-order. Artinya, kamu hanya membeli pempek setelah ada pesanan masuk.
Baca Juga:Sambil Kuliah, Anak Muda Palembang Raup Ratusan Juta dari Agen Lion Parcel
Kenapa ini penting?
- Menghindari kerugian karena barang tidak laku
- Tidak perlu modal besar di awal
- Bisa mengukur minat pasar terlebih dahulu
Biasanya, PO dibuka 2–3 hari sebelum pengiriman agar kamu punya waktu mengatur pesanan.
2. Pilih Supplier Pempek yang Rasa dan Kualitasnya Konsisten
Kunci utama repeat order ada di rasa. Jangan asal ambil supplier—pastikan:
- Rasa pempek stabil
- Tidak mudah basi saat dikirim
- Cuko tidak cepat asam
Kalau perlu, lakukan tes kecil ke teman atau keluarga. Dari sini kamu bisa tahu apakah produk layak dijual ulang.
3. Hitung Harga dengan Strategi, Jangan Asal Ambil Untung
Banyak pemula gagal karena salah hitung margin.
Baca Juga:5 Kesalahan Fatal Bikin Bisnis Kuliner di Palembang Gagal Total, Nomor 3 Banyak Dilakukan
Komponen yang wajib dihitung:
- Harga beli pempek
- Ongkos kirim
- Biaya packing (box, plastik, ice gel)
- Fee jastip
Tipsnya: ambil margin Rp5.000–Rp10.000 per paket agar tetap kompetitif tapi tetap untung.
4. Maksimalkan Promosi di Media Sosial (Bukan Sekadar Posting)
Kunci jualan jastip ada di kepercayaan. Gunakan platform seperti Instagram, WhatsApp, atau TikTok.
Konten yang terbukti efektif:
- Video packing pempek (real, bukan settingan)
- Testimoni pembeli
- Story “order hari ini” untuk bangun trust
Semakin transparan, semakin besar peluang closing.
5. Perhatikan Packaging, Ini Penentu Repeat Order
Banyak yang menganggap sepele, padahal packaging adalah “kesan pertama” pelanggan.