- Arus balik Lebaran 2026 di Sumatera Selatan mulai bergerak cepat, ditandai tingginya volume kendaraan H+1 Idulfitri.
- Sebanyak 14.179 kendaraan tercatat memasuki Tol Terpeka pada H+1, menunjukkan pola pergerakan lebih awal.
- Polda Sumsel menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, seperti *one way*, mengantisipasi persebaran puncak arus balik.
SuaraSumsel.id - Arus balik Lebaran 2026 di Sumatera Selatan mulai menunjukkan pola yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saat sebagian masyarakat masih menikmati suasana Idulfitri, pergerakan kendaraan justru sudah mengarah pada fase balik sejak hari pertama setelah Lebaran.
Data mencatat, sebanyak 14.179 kendaraan masuk ke ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada H+1 Idulfitri. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi selama periode Operasi Ketupat Musi 2026, sekaligus menandai bahwa arus balik mulai bergerak lebih cepat dari perkiraan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan menyebutkan, lonjakan kendaraan di awal arus balik ini menjadi indikator penting yang tidak bisa diabaikan.
“Volume kendaraan yang masuk cukup tinggi sejak H+1. Ini menjadi sinyal awal bahwa arus balik sudah mulai bergerak,” ujarnya.
Baca Juga:Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
Jika pada tahun-tahun sebelumnya arus balik cenderung terjadi beberapa hari setelah Lebaran, kini pergerakan kendaraan mulai tersebar lebih awal. Hal ini terlihat dari dominasi kendaraan yang masuk dibandingkan yang keluar dari ruas tol.
Perubahan pola ini menunjukkan bahwa pemudik mulai mengatur waktu perjalanan secara berbeda, tidak lagi menunggu puncak arus balik yang biasanya dipadati kendaraan.
Kondisi serupa juga terlihat di moda transportasi lain. Jumlah penumpang yang datang mulai melampaui yang berangkat, menandakan pergeseran arah mobilitas dari mudik ke balik sudah berlangsung.
Meski arus balik belum mencapai puncaknya, aparat kepolisian memastikan langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini.
Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Siapkan Rp1,2 Triliun Jelang Idulfitri 1447 H, Antisipasi Lonjakan Transaksi
“Arus balik mulai terasa dan kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas sesuai arahan pimpinan,” katanya.
Menurut dia, penerapan sistem seperti one way akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Fenomena arus balik yang lebih cepat ini diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah perubahan strategi perjalanan masyarakat yang ingin menghindari puncak kemacetan.
Selain itu, durasi libur yang relatif singkat membuat sebagian pemudik memilih kembali lebih awal agar tidak terburu-buru saat aktivitas kembali normal.
Perencanaan perjalanan yang lebih matang juga menjadi faktor penting, di mana pemudik kini lebih memperhatikan waktu tempuh dan kepadatan lalu lintas.
Dengan arus awal yang sudah tinggi, puncak arus balik diperkirakan tetap akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun, kepadatan berpotensi tidak hanya terjadi dalam satu hari, melainkan menyebar dalam beberapa hari sekaligus.