-
Parfum bisa menua dan aromanya bisa berubah seiring waktu.
-
Tanda parfum sudah menua meliputi perubahan aroma, warna, dan tekstur.
-
Penyimpanan yang benar dapat memperpanjang umur parfum kesayangan.
SuaraSumsel.id - Coba cek koleksi parfummu. Kemungkinan besar, ada satu atau dua botol harta karun di bagian belakang: parfum pertama yang kamu beli dengan gaji pertamamu, atau hadiah spesial yang hanya kamu pakai di acara-acara penting.
Botol itu mungkin sudah berumur lima, tujuh, atau bahkan sepuluh tahun. Kamu menyemprotkannya dan... tunggu dulu, kok wanginya beda? Warnanya juga sepertinya sedikit lebih gelap.
Pertanyaan pun muncul: apakah parfum bisa kedaluwarsa? Tidak seperti produk susu yang punya tanggal pasti, botol parfum jarang sekali mencantumkan label "Expired Date". Hal ini menciptakan mitos bahwa parfum adalah cairan abadi yang akan baik-baik saja selamanya.
Jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak". Parfum memang tidak "basi" seperti makanan, tapi ia bisa menua, berubah, dan akhirnya "mati". Jika kamu tidak ingin tanpa sadar menyemprotkan "parfum basi" ke kulitmu, inilah saatnya membongkar rahasia umur sebotol parfum.
Baca Juga:Bunga Bukan Cuma Buat Cewek, Kayu Bukan Cuma Buat Cowok. Bongkar Tren Parfum Genderless
"Umur" Resmi vs. Umur Sebenarnya
Secara umum, industri kosmetik memberikan umur simpan (*shelf life*) untuk parfum yang belum dibuka antara 3 hingga 5 tahun. Namun, ini hanyalah angka rata-rata. "Umur" sebenarnya sebotol parfum sangat bergantung pada dua faktor utama yakni komposisi dan cara penyimpanan.
Setelah dibuka, jam mulai berdetak. Proses oksidasi—reaksi antara molekul parfum dengan oksigen di udara dimulai. Proses inilah yang secara perlahan tapi pasti mengubah karakter wewangianmu.

Kenali 4 Tanda Kematian Parfum
Bagaimana cara tahu jika parfum kesayanganmu sudah melewati masa jayanya?
Baca Juga:Wangi Pelukan! 5 Parfum Hangat Ini Bikin Nyaman Saat Musim Hujan
Perhatikan empat tanda ini:
1. Perubahan Aroma (Tanda Paling Jelas): Aroma Awal Hilang: Top notes yang segar (seperti *citrus* atau *herbs*) adalah molekul yang paling rapuh dan akan hilang pertama kali. Jika parfummu langsung tercium aroma tengah atau dasarnya yang berat tanpa kesegaran awal, itu tandanya ia sudah menua.
2. Perubahan Warna: Cairan parfum, terutama yang mengandung vanila alami, bisa menjadi lebih gelap seiring waktu. Sedikit penggelapan adalah normal dan disebut proses maceration (pematangan). Tapi jika warnanya berubah drastis menjadi keruh atau sangat gelap, ini adalah tanda degradasi kimia.
3. Dalam kasus yang ekstrem, parfum yang sudah sangat tua bisa terlihat sedikit lebih kental atau bahkan memiliki endapan di dasar botol.
4. Jika parfum yang biasanya aman tiba-tiba menyebabkan kulitmu gatal, kemerahan, atau iritasi, segera hentikan pemakaian. Ini tandanya komposisi kimianya sudah berubah menjadi iritan.
Kamu bisa memperpanjang umur parfum kesayanganmu secara signifikan dengan cara penyimpanan yang benar. Ingat tiga musuh utama parfum: Cahaya, Panas, dan Udara.
Simpan di Tempat Gelap: Jangan pernah memajang botol parfum di meja rias yang terkena sinar matahari langsung. Sinar UV adalah perusak molekul nomor satu.
Simpan di Tempat Sejuk & Kering: Hindari menyimpan parfum di kamar mandi! Uap panas dan perubahan suhu drastis akan mempercepat kerusakan. Lemari pakaian atau laci adalah tempat ideal.
Selalu Tutup Rapat: Pastikan tutup botol selalu terpasang dengan kencang untuk meminimalkan kontak dengan udara.
Kesimpulan: Parfum Tidak Basi, Tapi Bisa "Mati"
Jadi, apakah parfum punya tanggal kedaluwarsa? Jawabannya: secara teknis, tidak ada tanggal pasti, tapi ia jelas punya masa hidup.
Parfum tidak akan membuatmu sakit seperti makanan basi, tapi ia bisa kehilangan keajaibannya, berubah menjadi aroma yang tidak menyenangkan, dan berpotensi mengiritasi kulit.
Perlakukan koleksi parfummu seperti anggur berkualitas: simpan dengan benar, nikmati di masa jayanya, dan jangan takut untuk melepaskannya saat ia sudah kehilangan jiwanya.