facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dukungan Presiden Jokowi pada Koalisi Indonesia Bersatu Dibantah Ngabalin: Tak Ada Itu

Tasmalinda Senin, 23 Mei 2022 | 17:23 WIB

Dukungan Presiden Jokowi pada Koalisi Indonesia Bersatu Dibantah Ngabalin: Tak Ada Itu
Ali Mocthar Ngabalin membantah dukungan Presiden Jokowi pada Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB. [Dok.Hops.id]

Ngabalin menegaskan jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak pernah mendukung adanya pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB.

SuaraSumsel.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menegaskan jika dukungan Presiden Jokowi terhadap Koalisi Indonesia Bersatu, yang dibentuk Partai Golkar, PAN, dan PPP tidak pernah ada.

Ia mengungkapkan jika Jokowi masih fokus pada penanganan pandemi COVID-19 serta berbagai agenda strategis nasional selama masa jabatan kepresidenan yang diembannya.

"Tidak ada (dukungan), yang pasti sekarang Presiden punya konsentrasi full terhadap pembenahan terkait dengan masalah-masalah yang belum selesai, terutama pandemi COVID-19," kata Ngabalin saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ketua umum ketiga partai politik tersebut diperkenankan melakukan langkah politis dengan membentuk koalisi sesuai kewenangan mereka.

Baca Juga: Sumsel Sepekan, Apriyadi Terima SK Plh Bupati Muba dan 4 Berita Sumsel Lainnya

Melansir ANTARA Presiden Jokowi, kata Ngabalin, akan tetap konsentrasi pada penyelesaian program strategis nasional selama dua tahun terakhir sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Bahwa ketua-ketua umum partai kemudian memainkan peran-peran dengan cara dan teknis yang mereka lakukan, it's ok, itu partai politik punya kewenangan," katanya.

Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) membentuk Koalisi Indonesia Bersatu usai pertemuan ketua umum ketiga partai itu, yaitu Airlangga Hartarto, Suharso Monoarfa, dan Zulkifli Hasan, di Jakarta, Kamis (12/5).

"Bersatu", yang menjadi nama koalisi itu, merupakan gabungan dari nama logo masing-masing partai, yaitu Beringin (Golkar), Surya atau matahari (PAN), dan Baitullah atau ka'bah (PPP). Koalisi itu secara resmi dibentuk untuk menghadapi Pemilu Serentak 2024. 

Baca Juga: Warga Sumsel Bulatkan Tekad Dukung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait