53 Persen Warga OKI Sumsel Beralih ke Listrik Metode Prabayar

Dorongan ini muncul karena sebanyak 53 persen warga OKI sudah beralih ke metode prabayar.

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 11 Maret 2022 | 14:47 WIB
53 Persen Warga OKI Sumsel Beralih ke Listrik Metode Prabayar
Ilustrasi token listrik. Sebanyak 53 persen warga OKI Sumsel beralih ke listrik metode prabayar. [Elements Envato]

SuaraSumsel.id - PLN mendorong Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi pelopor listrik pintar di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dorongan ini muncul karena sebanyak 53 persen warga OKI sudah beralih ke metode prabayar.

Manager PLN Ranting Kayuagung Okta Febriansyah mengatakan PLN menilai kabupaten ini sangat layak menjadi percontohan di Sumsel karena tren penggunaan metode prabayar terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Masyarakat membuktikan sendiri manfaatnya, mulai dari bisa mengatur sendiri penggunaan listrik hingga lebih mudah dalam pembayarannya,” kata dia dikutip dari ANTARA, Jumat (11/3/2022).

Baca Juga:Basuh Wajah Jenazah Bersimbah Darah, Seorang Ibu di Palembang Kaget Ternyata Anaknya Sendiri

PLN telah menyediakan fitur pembayaran di aplikasi PLN Mobile sehingga pelanggan tidak akan dikenai biaya administrasi.

Ia mengatakan penerapan listrik prabayar diyakini memberikan banyak kemudahan baik kepada pelanggan, PLN, maupun pemerintah daerah, dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Program migrasi penggunaan listrik prabayar ini juga merupakan solusi bagi masyarakat untuk dapat mengelola penggunaan energi listrik sesuai dengan kebutuhan.

Listrik prabayar atau listrik pulsa memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan listrik pascabayar, di antaranya bebas biaya beban/abonomen, bebas tagihan rekening minimum, bebas sanksi pemutusan, bebas biaya keterlambatan, dan bebas uang jaminan.

Sekretaris Daerah OKI Husin mengatakan meski perlu adaptasi, pemkab berharap seluruh pelanggan listrik di OKI segera beralih ke listrik prabayar.

Baca Juga:Diskannak OKU Turunkan Tim Kesehatan Sisir Pedagang Daging Jelang Ramadan

"Meskipun ini punya dampak positif, tetapi jika masyarakatnya tidak terlalu tertarik maka bisa menjadi masalah. Jadi perlu sosialisasi,” kata dia.

Husin mengatakan migrasi listrik dari pasca bayar ke sistem prabayar, dinilai mampu membantu dalam efisiensi biaya pemakaian listrik bagi masyarakat.

“Sebelumnya harus bayar sebelum tanggal 20 pada setiap bulannya, tapi kini bisa beli sesuai kebutuhan,” kata dia. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak