SuaraSumsel.id - Pengamat politik Rocky Gerung mengaku geram dengan wacana pemilu 2024 ditunda. Dia menilai hal tersebut, karena para pemilik kuasa atau penguasa belum memiliki calon yang kuat.
"Ya, karena kekuasaan belum punya calon. Kalau sudah ada calon, pasti dipercepat," kata Rocky melansir wartaekonomi-jaringan Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Rocky mewanti-wanti agar wacana penundaan pemilu ini tidak berhasil diwujudkan. Pasalnya, Rocky menyebut usul ini jelas merugikan iklim demokrasi di Indonesia.
"Semua level pergantian kekuasaan harus dilakukan secara demokratis. Artinya, melalui pemilihan dan bukan perpanjangan atau penundaan," katanya.
Baca Juga:Peringati Nyepi di Sumsel, Prakiraan Cuaca Berawan hingga Dini Hari Berkabut
Usul penundaan pemilu menjadi isu yang belakangan ramai dibicarakan di level partai.
Misalnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengusulkan pemilu diundur setahun dua tahun dengan alasan perbaikan ekonomi akibat pandemi.
Ketum PAN Zulkifli Hasan menyatakan setuju soal usul penundaan pemilu tersebut. Alasan yang dikemukakan Zulkifli pun tak jauh berbeda, yakni situasi pandemi dan hasil survei kepuasan terhadap Presiden Jokowi.
PSI sebenarnya menolak usulan penundaan Pemilu 2024. Namun, mereka justru mendukung Presiden Jokowi tiga periode.
Baca Juga:Borong Dagangan PKL, GMC Sumsel Deklarasi Dukung Ganjar Presiden 2024