facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Turun Drastis, Segini Biaya Sertifikasi Halal bagi UMKM

Wakos Reza Gautama Senin, 17 Januari 2022 | 11:41 WIB

Turun Drastis, Segini Biaya Sertifikasi Halal bagi UMKM
Ilustrasi logo halal dan sertifikasi halal. Biaya sertifikasi halal turun drastis. [Shutterstock]

Sebelumnya biaya sertifikasi halal reguler UMKM sebesar Rp3 juta.

SuaraSumsel.id - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menurunkan biaya sertifikasi halal reguler (berbayar), khususnya bagi usaha mikro dan kecil (UMK).

Sebelumnya biaya sertifikasi halal reguler UMKM sebesar Rp3 juta. Kini diturunkan hanya Rp650 ribu. BPJPH Aqil Irham mengatakan, tarif baru ini jauh lebih murah.

Aqil mengatakan beberapa ketentuan tarif sertifikasi halal di antaranya adalah untuk UMK berlaku tarif Rp0 melalui mekanisme self declare atau deklarasi halal secara mandiri.

Sementara biaya sertifikasi halal reguler untuk UMK dipatok Rp650 ribu. Dengan rincian, Rp300 ribu untuk pendaftaran dan penetapan kehalalan produk, Rp350 ribu untuk pemeriksaan kehalalan produk oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Baca Juga: Kolaborasi Bangkitkan UMKM di Bali

Menurutnya, penurunan biaya itu bagian dari komitmen afirmasi yang dilakukan pemerintah untuk pelaku UMK dengan tujuan untuk stimulasi, khususnya pada masa pandemi COVID-19.

"Dengan begitu target 10 juta sertifikasi halal dapat kita capai," ujarnya, Senin (17/1/2022) dikutip dari ANTARA.

Sebelumnya, BPJPH memiliki empat program akselerasi yang dilakukan sepanjang 2021 dalam upaya untuk percepatan implementasi program sertifikasi halal.

Pertama, fasilitasi sertifikasi halal pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Pada 2021 sebanyak 3.827 pelaku UMK telah merasakan program fasilitasi sertifikasi halal melalui skema pernyataan pelaku usaha (self declare).

Kedua, BPJPH menyiapkan 2.992 pendamping proses produk halal (PPH) bagi UMK. Pendampingan PPH dilakukan untuk memastikan bahwa proses produk yang dilakukan oleh pelaku usaha telah memenuhi standar kehalalan yang dipersyaratkan.

Baca Juga: Transaksi Daring Pelaku UMKM Kota Makassar Meningkat Dua Kali Lipat

Ketiga, BPJPH membentuk tim akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Mereka bertugas melakukan penilaian kesesuaian, kompetensi, dan kelayakan LPH, dengan cakupan kegiatan; verifikasi/validasi, inspeksi produk dan/atau proses produksi halal, inspeksi rumah potong hewan/unggas atau unit potong hewan/unggas, dan/atau inspeksi, audit, dan pengujian laboratorium jika diperlukan terhadap kehalalan produk.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait