Lebih Waspada, Kematian Anak Sumsel akibat Terpapar COVID-19 Tinggi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan kematian anak terpapar COVID-19 di Sumsel tinggi.

Tasmalinda
Minggu, 26 September 2021 | 21:59 WIB
Lebih Waspada, Kematian Anak Sumsel akibat Terpapar COVID-19 Tinggi
Ilustrasi anak pakai masker. [Shutterstock] Kematian anak Sumsel saat terpapar COVID-19 tinggi.

Laporan tersebut juga mengungkapkan penyebab kematian anak akibat COVID-19 terbanyak dikarenakan faktor gagal napas, sepsis/syok sepsis, serta penyakit bawaan (komorbid).

Komorbid terbanyak pada anak COVID-19 yang meninggal adalah malnutrisi dan keganasan, disusul penyakit jantung bawaan, kelainan genetik, tuberkulosis (TBC), penyakit ginjal kronik, celebral palsy, dan autoimun. Sementara 62 anak meninggal tanpa komorbid.

Hasil penelitian IDAI tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in pediatrics yang terbit pada 23 September 2021.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan (Kemkes) pada waktu yang sama mendapatkan 77.254 kasus anak terkonfirmasi COVID-19 dari total kasus 671.778, yaitu sekitar 11,5 persen.

Baca Juga:Target Medali Emas Sumsel di PON XX Papua: Petenis Yunior Jones Pratama

Perbedaan jumlah tersebut terjadi karena di penelitian ini yang terdata hanyalah kasus yang ditangani oleh dokter anak, sedangkan Kemkes juga masukkan data dari anak yang tidak bergejala dan hasil telusur kontak. (ANTARA)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini