Warga Sulbar Diminta Tenang dan Waspada Gempa Susulan

Sehingga masyarakat di kawasan perbukitan dengan tebing curam agar perlu waspada.

Eko Faizin
Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:24 WIB
Warga Sulbar Diminta Tenang dan Waspada Gempa Susulan
Petugas memasukkan logistik bantuan untuk korban gempa bumi Majene kedalam Pesawat Hercules A 1321 TNI AU, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (15/1/2021). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

SuaraSumsel.id - Masyarakat tetap tenang namun diharapkan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan di Sulawesi Barat (Sulbar), demikian disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kekuatannya signifikan," kata Raditya Jati dikutip dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Raditya menjelaskan gempa susulan memicu adanya longsoran landslide dan runtuhan batu rockfall.

Sehingga masyarakat di kawasan perbukitan dengan tebing curam agar perlu waspada.

Belajar dari sejarah bahwa pesisir Majene, kata dia, pernah dilanda gelombang tsunami yang dipicu adanya gempa bumi seperti pada tahun 1969.

Diharapkan masyarakat khususnya yang berada di wilayah pantai atau pesisir agar waspada. Apabila merasakan gempa bumi kuat agar segera menjauhi pantai.

"Untuk terus meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diminta agar tidak mudah percaya dengan segala informasi yang belum jelas sumbernya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya berita bohong atau hoaks mengenai prediksi dan ramalan gempa bumi yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi tsunami.

Sementara itu, hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

Adapun hasil analisa itu didapatkan dengan memperhatikan lokasi pusat gempa atau episenter dan kedalaman hiposenternya, baik gempa signifikan pertama maupun yang kedua.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini