facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Maklumat Larangan FPI Beredar, Pakai Logo Hingga Sebar Konten Dilarang

Tasmalinda Jum'at, 01 Januari 2021 | 14:19 WIB

Maklumat Larangan FPI Beredar, Pakai Logo Hingga Sebar Konten Dilarang
Konten Ketua FPI [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Terdapat empat larangan yang tidak diperbolehkan akibat maklumat Kapolri mengenai Front Pembela Islam (FPI).

SuaraSumsel.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menyebarkanluaskan maklumat Kapolri mengenai pelarangan kegiatan yang menggunakan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam (FPI).

Dalam edaran yang tertanggal 1 Januari 2021 itu diketahui terdapat empat larangan yang tidak diperbolehkan masyarakat sipil terkait penggunaan simbol FPI sekaligus konten mengenai organisasi masyarakat berbasis masyarakat islam tersebut.

Dalam maklumat nomor 1/2021, Polri mengeluarkan maklumat agar  masyarakat tidak terlibat baik secara langsung dan tidak langsung dalam mendukung serta menggunakan simbol dan atribut FPI.

Lalu, masyarakat segera melaporkan kepada aparat yang berwenang jika menemukan kegiatan, dengan simbol dan tribut FPI, serta tidak melakukan tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum.

Baca Juga: Pakar Terorisme Sebut Tuduhan Terorisme ke FPI Kurang Tepat

Maklumat lainnya, berisikan mengedepankan satuan polisi pamong praja, dengan didukung TNI-Polri, guna melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang terpasang spanduk/baleho, bantter, atribut, pamflet dan hal lainnya terkait FPI dan 

Masyarakat tidak mengakses, menguggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website dan media sosial.

Maklumat ini didasari pada Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah menteri yakni Kemendagri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan Ham, Menteri Komunikasi dan Informasi, lalu Jaksa Agung, Kapolri dan BNPT tertanggal 30 Desember lalu.

Dalam maklumat ini juga ditekankan, jika perbuatan yang bertentangan dengan maklumat, akan bisa ditindak oleh anggota Polri.

Dalam unggahan di media sosial Polda Sumsel itu juga dilengkapi dengan hastag #HidupDamaiJagaToleransi

Baca Juga: Pengamat Terorisme Sidney Jones: Julukan Teroris ke FPI Kurang Tepat

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait