PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sempat menggulirkan Liga 1 2020 alias kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air selama tiga pekan, sebelum dihentikan karena wabah corona pada akhir Maret. Begitu juga dengan Liga 2 yang bahkan baru berjalan sepekan.
Sementara kompetisi turunannya seperti Liga 3, Elite Pro Academy, Piala Soeratin, hingga Piala Indonesia tak sempat dijalankan.
Disaat negara-negara lain yang mengalami nasib serupa seperti Indonesia mulai bangkit dan menggulirkan kembali kompetisi sepak bola mereka, PSSI pun demikian. Meski di akhir cerita, kompetisi urung dilanjutkan.
Sejatinya, PSSI dan PT LIB sudah menyusun rencana menggulirkan kembali Liga 1 dan 2 pada Oktober 2020 dengan standar protokol Kesehatan yang sangat ketat.
Baca Juga:Dibawa Shin Tae-yong ke Spanyol, Empat Pemain Persija Diminta Kejar Target
Sayang, kepolisian tidak merestui bergulirnya kompetisi dengan pertimbangan masih tingginya angka penyebaran virus corona.
Sempat ada angin segar bahwa kompetisi bisa bergulir pada November. Namun, lagi-lagi Polri belum mau memberikan izin keramaian dengan pertimbangan serupa ditambah fokus mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020.
PSSI dan PT LIB akhirnya pun menunda Liga 1 dan 2 hingga Februari 2021. Ini pun juga belum bisa dipastikan bisa terlaksana.
![Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts (memakai topi) memimpin latihan rutin anak asuhnya di lapangan Arcamanik, Bandung, Jumat (16/10/2020). [Dok. Persib]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/16/30090-robert-rene-alberts.jpg)
Jeritan Klub, Pemain, dan Pelatih
Tak adanya kompetisi membuat klub, pemain, dan pelatih menjerit. Bagaimana tidak, mereka kehilangan pendapatan menyusul terhentinya kompetisi sebagai dampak pandemi COVID-19.
Baca Juga:Piala Dunia U-20 Ditunda, Shin Tae-yong Mungkin Ambil Alih Timnas U-16
Pemain dan Pelatih, dengan terpaksa, menerima kenyataan gaji mereka dipangkas hingga 75 persen. Sementara klub tak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga tidak kehilangan pendapatan karena setop-nya kompetisi.