Tasmalinda
Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB
BMKG Sumatera Selatan mengimbau warga agar tidak langsung mengonsumsi air hujan untuk minum dan memasak pada 26 Oktober 2026.
Baca 10 detik
  • BMKG Sumatera Selatan mengimbau warga agar tidak langsung mengonsumsi air hujan untuk minum dan memasak pada 26 Oktober 2026.
  • Hujan yang turun di Palembang setelah kemarau panjang berpotensi membawa partikel polusi dan sisa pencemaran kebakaran hutan ke permukaan.
  • Warga diminta menghindari kontak berlebihan dan memastikan pengolahan yang tepat sebelum memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat setelah hujan turun di tengah kondisi lingkungan yang sebelumnya terdampak kabut asap.

Pertama, jangan langsung meminum air hujan atau menggunakannya untuk memasak tanpa pengolahan yang sesuai. Air yang terlihat jernih belum tentu bebas dari kontaminan.

Kedua, kurangi kontak langsung secara berlebihan dengan air hujan jika wilayah tempat tinggal masih terdampak asap atau pencemaran udara. Apabila kulit terkena air hujan, warga dapat membilasnya menggunakan air bersih jika diperlukan.

Ketiga, tetap pantau informasi cuaca dan kualitas udara dari sumber resmi. Kondisi lingkungan setiap daerah bisa berbeda sehingga langkah kewaspadaan perlu disesuaikan dengan situasi setempat.

Warga juga tidak perlu takut berlebihan menghadapi hujan pertama. Hal terpenting adalah menjaga kebersihan dan memastikan air yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi telah melalui pengolahan yang sesuai.

Di tengah harapan akan berakhirnya kemarau panjang di Sumatera Selatan, kewaspadaan terhadap kualitas air dan udara tetap diperlukan. Hujan memang membawa kelegaan setelah kabut asap, tetapi masyarakat tetap perlu memastikan air yang dikonsumsi aman bagi kesehatan.

Load More