- Konsorsium Pembaruan Agraria menggerakkan Gesla untuk menyalurkan alat kesehatan di empat wilayah Sumatera Selatan pada Oktober 2026.
- Gerakan tersebut merespons kekhawatiran kabut asap akibat karhutla dan tingginya kasus ISPA yang mencapai 19.594 kasus baru.
- KPA berencana menyediakan posko bantuan serta mendistribusikan masker, oksigen, dan vitamin bagi warga terdampak.
Kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga ketika asap karhutla menyelimuti permukiman, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih besar.
KPA Sebut Gerakan Ini sebagai Solidaritas, Bukan Sekadar Bantuan
Staf Advokasi KPA Sumsel, Dewa Jagat, mengatakan gerakan tersebut dibangun atas prinsip solidaritas antarmasyarakat yang sama-sama terdampak krisis kabut asap. “Gesla masih memakai cara yang sama, yaitu bersolidaritas, bukan ‘membantu’. Karena sejatinya, hampir kita semua di Sumsel ini adalah korban. Pembagian alat kesehatan dan lainnya semoga dapat meringankan beban yang ditanggung banyak kawan, terutama para pejuang agraria di basis-basis KPA,” kata Dewa.
Bagi KPA, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan kesehatan masyarakat dan pemenuhan hak atas udara bersih juga perlu menjadi perhatian dalam penanganan krisis lingkungan.
KPA pun meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap dampak karhutla, terutama pada aspek kesehatan warga dan akses terhadap perlindungan dari paparan asap.
Melalui Gerakan Solidaritas Lumbung Agraria, KPA berharap distribusi perlengkapan kesehatan dan penyediaan posko di empat daerah Sumatera Selatan dapat membantu meringankan beban warga selama menghadapi dampak karhutla.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal
-
Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik
-
Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
KPA Sumsel Siapkan Posko Solidaritas Lumbung Agraria di 4 Daerah Terdampak Karhutla
-
Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal
-
Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik