Tasmalinda
Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:59 WIB
Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (1/9/2029). BNPB evaluasi teknologi Dry Ice, berpeluang diterapkan di Dderah terdampak Karhutla [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom]
Baca 10 detik
  • BNPB menguji penggunaan 2,4 ton dry ice di Sumatera Selatan pada 15-16 Oktober 2026 untuk mengurangi dampak kabut asap.
  • Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyatakan evaluasi efektivitas dan biaya menentukan penerapan teknologi tersebut di wilayah Indonesia lainnya.
  • BNPB menegaskan teknologi dry ice hanya sebagai pendukung, sehingga pencegahan dan pemadaman langsung tetap sangat diperlukan.

Menurut dia, upaya pemadaman akan sulit mencapai hasil optimal apabila pembakaran lahan masih terus terjadi.

"Mari sama-sama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian masyarakat, swasta, kita sama-sama bersatu padu. Kita atasi kebakaran ini, karena dampaknya itu juga semua yang terkena," ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa teknologi dry ice merupakan salah satu pendekatan pendukung penanganan dampak asap, bukan pengganti upaya pencegahan kebakaran maupun pemadaman langsung di lokasi.

Pengawasan lahan, pencegahan pembakaran, penegakan hukum, dan pemadaman sumber api tetap diperlukan untuk mengendalikan karhutla dari sumbernya.

Efektivitas dan Biaya Jadi Pertimbangan Penerapan di Daerah Lain

Rencana penerapan teknologi dry ice di daerah lain masih bergantung pada hasil evaluasi. BNPB perlu memastikan manfaat yang diperoleh sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dan sesuai dengan kondisi atmosfer di wilayah sasaran.

Jika hasil kajian menunjukkan teknologi tersebut efektif dan layak secara operasional, metode ini berpotensi menjadi salah satu pilihan untuk mendukung penanganan kabut asap di wilayah terdampak karhutla.

Namun, penerapannya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan hasil pemantauan di lapangan. Penanganan karhutla membutuhkan kombinasi langkah, mulai dari pemadaman, pencegahan kebakaran, pemantauan kualitas udara, hingga perlindungan kesehatan masyarakat.

Bagi Sumatera Selatan, evaluasi ini penting karena persoalan karhutla tidak hanya menyangkut kebakaran lahan, tetapi juga kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas warga, kesehatan, dan transportasi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti

Keputusan BNPB mengenai kemungkinan penerapan dry ice di wilayah lain akan bergantung pada hasil evaluasi terhadap efektivitas, kebutuhan teknis, serta efisiensi biaya teknologi tersebut.

Load More