- PT KAI Divre III Palembang dan BPKARSS memastikan operasional LRT Sumatera Selatan tetap berjalan normal di tengah kabut asap Palembang.
- LRT Sumatera Selatan sukses melayani 3.303.591 penumpang selama Triwulan III 2026 dengan tingkat ketepatan waktu mencapai lebih dari 99 persen.
- Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengimbau penumpang menggunakan masker serta mengurangi aktivitas luar ruangan demi kesehatan.
SuaraSumsel.id - Layanan Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan tetap beroperasi normal di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) memastikan perjalanan tetap berjalan sesuai jadwal, sembari mengimbau penumpang menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam operasional LRT Sumsel. Di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap, masyarakat juga diminta memperhatikan kesehatan selama beraktivitas.
“Operasional LRT Sumsel hingga saat ini tetap berjalan normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan ketika menuju maupun meninggalkan stasiun, karena menjaga kesehatan merupakan hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Aida.
Ia mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Penggunaan masker yang sesuai dan pengurangan paparan udara luar menjadi langkah perlindungan diri yang dapat dilakukan ketika kondisi udara memburuk.
LRT Sumsel Layani 3,3 Juta Penumpang dalam Tiga Bulan
Di tengah kondisi kabut asap, LRT Sumsel tetap menjadi salah satu pilihan transportasi publik untuk menunjang mobilitas masyarakat di Palembang dan sekitarnya.
Sepanjang Triwulan III 2026, LRT Sumsel melayani 3.303.591 pelanggan, dengan rata-rata sekitar 12.100 pelanggan per hari. Layanan ini digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja dan bersekolah hingga mengakses pusat kegiatan dan layanan publik.
Stasiun Asrama Haji mencatat jumlah pelanggan tertinggi selama periode tersebut, yakni 654.308 pelanggan, dengan rata-rata 2.396 pelanggan per hari.
Sementara itu, Stasiun Ampera melayani 527.171 pelanggan atau rata-rata 1.931 pelanggan per hari. Lokasinya mendukung akses menuju sejumlah destinasi di pusat Kota Palembang, termasuk kawasan Bundaran Air Mancur Palembang Darussalam dan Benteng Kuto Besak.
Baca Juga: Minibus Terguling di Jakabaring Palembang, Sopir Akui Mengantuk hingga Tabrak Halte
Adapun Stasiun DJKA mencatat 441.148 pelanggan sepanjang Triwulan III 2026, dengan rata-rata 1.615 pelanggan per hari.
Hingga 14 Oktober 2026, LRT Sumsel telah melayani 147.654 pelanggan, dengan rata-rata 10.546 pelanggan per hari.
Ketepatan Waktu LRT Sumsel Capai Lebih dari 99 Persen
Selain jumlah penumpang, kinerja ketepatan waktu perjalanan LRT Sumsel juga tercatat tinggi selama Triwulan III 2026. On Time Performance (OTP) keberangkatan mencapai 99,93 persen, sedangkan OTP kedatangan tercatat sebesar 99,92 persen.
Capaian tersebut menunjukkan tingkat ketepatan waktu perjalanan yang terjaga selama periode tersebut. Keandalan jadwal menjadi salah satu aspek penting bagi masyarakat yang mengandalkan LRT untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Aida mengatakan KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memantau perkembangan situasi operasional di tengah kondisi kabut asap.
Tag
Berita Terkait
-
Minibus Terguling di Jakabaring Palembang, Sopir Akui Mengantuk hingga Tabrak Halte
-
PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Herman Deru Sebut Karhutla Sumsel Tersisa 6,9 Hektar, Bagaimana dengan 3.800 Hektar Lahan Terbakar
-
Kabut Asap Palembang Makin Parah, Jarak Pandang 50 Meter Picu Pembatalan Penerbangan
Terpopuler
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Minibus Terguling di Jakabaring Palembang, Sopir Akui Mengantuk hingga Tabrak Halte
-
PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok