Tasmalinda
Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45 WIB
Sejumlah musisi berlatih memainkan alat musik gesek untuk persiapan Orkestra Batanghari
Baca 10 detik
  • Pemerintah Sumatera Selatan menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah dan Hari Kebudayaan Nasional pada 10 hingga 18 Oktober 2026.
  • Orkestra Batanghari Sembilan melibatkan 25 seniman untuk tampil di Atrium Palembang Trade Center Mall pada 17 sampai 18 Oktober 2026.
  • Rangkaian acara budaya tersebut turut menghadirkan pameran, berbagai lomba kreatif, pemutaran film, serta seminar bagi generasi muda.

SuaraSumsel.id - Musik tradisional Sumatera Selatan akan dihadirkan dalam format orkestra melalui pertunjukan Batanghari Sembilan pada puncak Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Selatan dan peringatan Hari Kebudayaan Nasional. Pertunjukan yang diklaim menjadi yang pertama di Indonesia ini akan melibatkan 25 pemain musik dan penyanyi dari kalangan maestro, seniman, dosen, hingga pelajar dan mahasiswa.

Orkestra Batanghari Sembilan dijadwalkan tampil dalam pembukaan acara di Atrium Palembang Trade Center (PTC) Mall, Palembang, Sabtu hingga Minggu, 17–18 Oktober 2026.

“Pertunjukan Orkestra Batanghari Sembilan akan disajikan pada pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Selatan dan Peringatan Hari Kebudayaan Nasional besok,” kata Pelaksana Harian Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Agung Saputro, seusai menghadiri kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Kamis (15/10/2026).

Menurut Agung, pertunjukan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera Selatan yang berlangsung pada 10–18 Oktober 2026.

Selain orkestra, acara puncak akan diisi berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda, mulai dari pameran fotografi peristiwa budaya, lomba tari kreasi, lomba menyanyi lagu daerah, pemutaran film budaya, hingga peragaan busana daerah.

Ada pula lomba musik irama Batanghari Sembilan dan musikalisasi puisi. Sekitar 200 peserta, yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda, tercatat mengikuti rangkaian kegiatan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

“Rangkaian kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan,” ujar Agung.

Batanghari Sembilan, Musik yang Merangkum Keragaman Budaya Sumsel

Konduktor Orkestra Batanghari Sembilan, Silo Siswanto, menjelaskan bahwa orkestra tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan upaya memperkenalkan kekayaan musikal masyarakat Sumatera Selatan kepada khalayak yang lebih luas.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

“Orkestra Batanghari Sembilan bukan sekadar nama kelompok, tetapi upaya memperkenalkan kepada khalayak bahwa materi musikal yang diolah bersumber dari keragaman budaya masyarakat Sumatera Selatan, bahkan dalam cakupan yang lebih luas, yaitu wilayah Sumatera bagian Selatan,” kata Silo, Kamis (15/10/2026).

Seniman sekaligus akademisi Universitas PGRI Palembang itu menjelaskan, konsep Orkestra Batanghari Sembilan berangkat dari kebudayaan masyarakat yang hidup di kawasan sembilan sungai dengan tiga wilayah budaya besar, yakni Besemah, Seminung, dan Kaba.

Ketiga wilayah tersebut memiliki keterhubungan dengan kawasan pegunungan sebagai wilayah ulu, tempat bermulanya aliran sungai yang bergerak menuju kawasan ilir. Aliran sungai kemudian membentuk jaringan kehidupan masyarakat dan bermuara di Sungai Musi.

Dalam konsep tersebut, sungai tidak hanya dipandang sebagai bentang alam, tetapi juga bagian penting dari pembentukan kebudayaan dan peradaban masyarakat Sumatera Selatan.

Karakter alam yang berbeda, mulai dari pegunungan, perbukitan, dataran rendah, hingga kawasan rawa dan tepian sungai, membentuk pola kehidupan masyarakat yang beragam. Perbedaan itu turut memengaruhi mata pencaharian, interaksi sosial, hingga cara masyarakat menghasilkan dan memaknai musik.

Karena itu, Orkestra Batanghari Sembilan berupaya merangkum keragaman tersebut melalui eksplorasi bunyi yang bersumber dari tradisi dan pengalaman hidup masyarakat.

Load More