- Kebakaran melanda Dusun Serdang pada Sabtu sore akibat dugaan rambatan api dari lahan kering.
- Bencana tersebut menghanguskan sekitar 600 rumah dan berdampak pada 2.400 jiwa warga setempat.
- Pemerintah mendirikan tenda pengungsian serta dapur umum di SDN 7 Simpang Rimba untuk warga.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hebat yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, mengakibatkan ratusan rumah warga hangus terbakar. Berdasarkan data sementara pemerintah daerah pada Minggu (11/10/2026) pagi, jumlah rumah terdampak mencapai sekitar 600 unit dengan total warga terdampak diperkirakan 2.400 jiwa.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan darurat bagi warga yang terdampak kebakaran. Berdasarkan laporan BPBD Kepulauan Bangka Belitung pukul 09.40 WIB, jumlah rumah terdampak mencapai 600 unit atau sekitar 600 kepala keluarga. Data tersebut masih dalam proses pendataan.
Besarnya dampak kebakaran membuat penanganan warga tidak cukup berhenti pada pemadaman api. Warga yang kehilangan rumah membutuhkan tempat tinggal sementara, makanan, layanan kesehatan, serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Data rumah terdampak terus bertambah
Jumlah rumah yang terdampak kebakaran di Dusun Serdang mengalami perubahan seiring proses pendataan di lapangan. Pada laporan awal yang diterbitkan Wow Babel, jumlah rumah terdampak diperkirakan mencapai 300 unit. Selanjutnya, BPBD Kepulauan Bangka Belitung melaporkan sekitar 500 rumah terdampak berdasarkan pendataan sementara hingga pukul 07.00 WIB pada Minggu.
Dalam perkembangan berikutnya, laporan pemerintah daerah pada pukul 09.40 WIB menyebut jumlah rumah terdampak mencapai sekitar 600 unit, dengan 600 kepala keluarga atau sekitar 2.400 jiwa. Angka tersebut masih bersifat sementara sehingga dapat berubah setelah pendataan selesai.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan pentingnya mengikuti pembaruan resmi selama proses pendataan berlangsung. Jumlah rumah yang terdampak juga perlu dibedakan dari jumlah rumah yang telah dipastikan hangus terbakar setelah pemeriksaan lebih lanjut.
Api diduga bermula dari kebakaran lahan
Kebakaran terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Informasi awal yang diterima BPBD menyebutkan kebakaran bermula dari lahan di sekitar permukiman penduduk. Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menjelaskan bahwa angin kencang dan kondisi lahan yang kering diduga membuat api cepat merambat ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan Kasus Pencabulan Pimpinan Ponpes di Bangka Selatan
Sebagian besar rumah di kawasan tersebut menggunakan material papan yang mudah terbakar. Kondisi itu diduga mempercepat penyebaran api ketika kebakaran mencapai permukiman. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.
Kebakaran baru berhasil dipadamkan pada Minggu dini hari. Setelah pemadaman, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa material yang terbakar.
Warga mengungsi, tenda dan dapur umum disiapkan
Sebagian warga terdampak meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat berlindung di lokasi yang lebih aman. Sejumlah warga mengungsi ke SDN 7 Simpang Rimba, sementara lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau warga di desa sekitar.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Sosial telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di halaman SDN 7 Simpang Rimba. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa darurat.
Kebutuhan warga terdampak tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal sementara. Bantuan makanan, air bersih, pakaian, perlengkapan tidur, kebutuhan anak-anak, serta layanan kesehatan juga penting untuk diperhatikan selama warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Mengejutkan Kasus Pencabulan Pimpinan Ponpes di Bangka Selatan
-
Lebih dari 100 Peternak Sapi Sukses Berkat Bank Sumsel Babel, Menuju Swasembada Daging
-
Pemuka Agama 74 Tahun Ditangkap: Sembunyikan Korban Pencabulan di Kamar Mandi
-
Petir Menyambar Pondok Kebun, 2 Petani Bersaudara di Bangka Selatan Tewas
-
Menjelajahi Tradisi Buang Patong: Ritual Pelepasan Perahu Suci Penuh Makna
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Sumsel United Hajar Persiku 5-1, M Nasuha Justru Soroti Kekurangan Tim
-
Kebakaran di Bangka Selatan, 600 Rumah Terdampak dan 2.400 Warga Jadi Korban
-
BRI Catat Nilai Merek USD6,9 Miliar, Perkuat Posisi di Industri Perbankan Nasional
-
Kabut Asap Palembang Belum Mereda, PM2.5 Tembus 497,9 dan Udara Berbahaya
-
Kabut Asap Sumsel Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Bandara Palembang 500 Meter