- DPD POSPERA Sumsel mendesak kepala daerah pada 10 Oktober 2026 mengajukan gugatan ganti rugi terhadap korporasi.
- WALHI Sumsel mencatat ada 22.690 titik panas di 81 wilayah konsesi perusahaan di Sumatera Selatan.
- POSPERA meminta Presiden Prabowo menetapkan krisis karhutla nasional serta mengevaluasi izin konsesi dan HGU.
Iqbal meminta pemerintah mengevaluasi lahan yang terbukti bermasalah dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum, termasuk pencabutan izin apabila persyaratannya terpenuhi.
Menurut POSPERA, persoalan karhutla perlu ditangani dengan melihat kaitan antara pengelolaan lahan, pengawasan konsesi, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan.
POSPERA menilai dampak karhutla tidak berhenti ketika api padam. Kebakaran dan kabut asap juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sehari-hari, serta perekonomian warga.
Karena itu, organisasi tersebut meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga memastikan pemulihan lingkungan dan pertanggungjawaban pihak yang terbukti melanggar.
Salah satu tuntutan utamanya adalah agar pemerintah daerah mempertimbangkan jalur gugatan untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan dan kerugian yang dapat dibuktikan.
Hingga siaran pers tersebut diterbitkan, dokumen POSPERA belum menyertakan tanggapan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pemerintah kabupaten yang disebut, maupun perusahaan-perusahaan yang masuk dalam data konsesi tersebut.
Dengan demikian, tuntutan POSPERA masih merupakan sikap organisasi yang perlu ditindaklanjuti dan diuji melalui proses hukum. Pertanyaan berikutnya adalah sejauh mana pemerintah daerah akan menggunakan kewenangannya untuk memperjuangkan ganti rugi, sementara aparat penegak hukum menelusuri bukti dan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas karhutla.
Tag
Berita Terkait
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Kabut Asap Palembang Belum Usai, Warga Serukan 'Udara Bersih adalah Hak' di Ampera
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
POSPERA Sumsel Dukung Kapolda Baru Sikat Oligarki Karhutla, Desak Prabowo Tata Ulang HGU
-
Kabut Asap Kepung Palembang: Jarak Pandang Sisa 500 Meter, 15 Penerbangan Lumpuh
-
BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru, Investasi Awal Mulai Rp100.000
-
Akhir Pekan Makin Berkesan, Nikmati Promo Buy 1 Get 2 Ticket The Premiere dari BRI
-
BRI Hadirkan Exclusive Healthcare Services Prodia untuk Nasabah Private dan Prioritas