Tasmalinda
Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB
Personel Manggala Agni melakukan pendinginan kebakaran hutan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026). Warga OKI ditemukan meninggal di tengah Karhutla, diduga terjebak asap dan api [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye]
Baca 10 detik
  • Warga bernama Fikri ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di kebun karet miliknya yang terbakar, Sabtu (3/10/2026).
  • Korban mendatangkan lokasi bersama rekan-rekannya di Desa Pulau Beruang untuk memadamkan api yang membesar.
  • Penyebab pasti kematian korban belum dipastikan karena masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kembali menyisakan duka. Seorang warga ditemukan meninggal dunia di tengah lahan yang terbakar ketika berupaya membantu memadamkan api di kebun miliknya.

Korban diketahui bernama Fikri alias Kelik (51), warga Desa Tulung Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan. Ia ditemukan di kawasan Kebun Bunca, Desa Pulau Beruang, Tulung Selapan, Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Plt Sekretaris Kecamatan Tulung Selapan Efran Yosef mengatakan, Fikri sebelumnya mendapat informasi bahwa kebun karet miliknya terbakar. Ia kemudian datang ke lokasi bersama sejumlah rekannya untuk berupaya memadamkan api.

Namun, kondisi di lapangan berubah sulit. Api disebut telah membesar, sementara kepulan asap memenuhi kawasan kebun hingga membuat jarak pandang dan pernapasan terganggu.

Saat rekan-rekannya masih berupaya mengendalikan api, Fikri tidak lagi terlihat. Mereka kemudian mencari korban di tengah lahan yang terbakar.

Fikri akhirnya ditemukan dalam kondisi tergeletak. Sejumlah bagian tubuhnya mengalami luka bakar. Rekan-rekannya kemudian mengevakuasi korban menjauh dari lokasi kebakaran.

Efran mengatakan korban diduga kehilangan kesadaran setelah menghirup asap pekat. Ia juga menyebut Fikri memiliki riwayat penyakit jantung. Sementara laporan lain menyebut adanya riwayat asma pada korban.

Namun, penyebab pasti kematian Fikri belum dapat dipastikan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan korban ditemukan tim pemadam dalam kondisi tergeletak di areal yang terbakar. Korban kemudian dievakuasi menggunakan peralatan seadanya menuju kampung terdekat.

Baca Juga: Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah

Menurut Iqbal, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kematian korban. Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah Fikri meninggal ketika berupaya memadamkan api atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematiannya.

Datang menyelamatkan kebun sendiri

Peristiwa tersebut menggambarkan risiko yang dihadapi warga ketika karhutla terjadi dekat lahan milik mereka. Fikri bukan datang sebagai petugas pemadam. Ia mendatangi kebunnya setelah mengetahui api mulai membakar lahan dan berupaya mencegah kebakaran meluas.

Tetapi ketika api membesar dan asap semakin pekat, kondisi di lapangan menjadi berbahaya. Bahkan, rekan-rekan Fikri yang berada tidak jauh dari lokasi tidak langsung mengetahui ketika korban terjatuh. Mereka baru menyadari Fikri tidak terlihat setelah beberapa waktu dan kemudian mencarinya.

Fikri sehari-hari diketahui bekerja sebagai mandor alat berat. Saat kejadian, ia sedang menjalani masa cuti dan berada di rumah sebelum mendapat kabar mengenai kebakaran di kebunnya. Jenazahnya telah dimakamkan di Desa Tulung Selapan Ulu pada Minggu (4/10/2026).

Peristiwa meninggalnya Fikri terjadi ketika wilayah Tulung Selapan masih menjadi salah satu kawasan yang menghadapi kebakaran lahan.

Load More