- Kabut asap pekat menyebabkan pesawat gagal mendarat dan berputar balik di Bandara SMB II Palembang pada Minggu, 4 Oktober 2026.
- BMKG melaporkan kualitas udara Palembang masuk kategori sangat berbahaya akibat konsentrasi PM2.5 yang mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik.
- Wali Kota Palembang menginstruksikan pembelajaran jarak jauh dan dokter mencatat peningkatan signifikan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.
SuaraSumsel.id - “Pesawat muter balik lagi, dak biso mendarat di Palembang.” Kalimat itu terdengar dalam sebuah video yang direkam penumpang dari dalam kabin pesawat dan diunggah akun Instagram @oypalembang, Minggu (4/10/2026). Dalam video tersebut, penumpang memperlihatkan suasana di dalam pesawat sembari mengeluhkan kabut asap yang kembali mengganggu pendaratan di Palembang.
“Gagal landing gara-gara kabut asap lagi,” tulis keterangan dalam video tersebut.
Rekaman itu memperlihatkan kabin pesawat yang dipenuhi penumpang. Belum ada informasi terverifikasi mengenai nomor penerbangan, maskapai maupun tujuan akhir pesawat dalam video tersebut, sehingga detail rute belum dapat dipastikan.
Namun, kondisi yang tergambar dalam video sejalan dengan situasi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang pada Minggu pagi. Jarak pandang di kawasan bandara sempat hanya sekitar 250 meter pada pukul 06.00 WIB, jauh di bawah kondisi yang memungkinkan penerbangan berjalan normal.
Pesawat baru mulai mendarat menjelang siang
Kabut asap membuat penerbangan yang dijadwalkan tiba di Palembang pada pagi hari terdampak. Berdasarkan laporan kondisi Bandara SMB II, keterbatasan jarak pandang membuat aktivitas pendaratan tidak dapat berlangsung normal. Pesawat mulai kembali mendarat menjelang siang setelah kondisi jarak pandang membaik.
Situasi tersebut terjadi hanya sehari setelah delapan penerbangan di Bandara SMB II terdampak kabut asap pada Sabtu (3/10).
Delapan penerbangan tersebut terdiri dari empat penerbangan kedatangan dan empat keberangkatan. Kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional penerbangan sehingga sejumlah penerbangan harus ditunda.
Gangguan serupa sebelumnya bahkan membuat pesawat dari Jakarta harus melakukan return to base (RTB) pada Kamis (1/10). Saat itu, jarak pandang di Bandara SMB II tercatat sekitar 500 meter.
Baca Juga: Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat
Artinya, gangguan penerbangan akibat asap bukan lagi terjadi sekali. Dalam beberapa hari terakhir, jarak pandang menjadi persoalan berulang bagi operasional penerbangan di Palembang.
Minggu pagi, udara Palembang masuk kategori sangat berbahaya
Buruknya jarak pandang tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Palembang. BMKG menyebut kualitas udara Kota Palembang pada Minggu pagi berada pada kategori sangat berbahaya. Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2, konsentrasi PM2.5 mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik pada pukul 05.00 WIB.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi asap karhutla dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang terbawa masuk ke Palembang.
BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama warga yang memiliki gangguan pernapasan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan perlindungan seperti masker dan kacamata.
Bukan pertama kali pesawat harus putar balik
Tag
Berita Terkait
-
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat
-
Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap
-
Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lewat Sholat Istisqa di Tengah Kemarau
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
-
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan
-
Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap