- Pengemudi ojol bernama Hardiansyah meninggal dunia di Palembang pada September 2026 setelah mengalami sesak napas di tengah kabut asap.
- Dinas Kesehatan Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA akibat kabut asap karhutla sepanjang 1 hingga 21 September 2026.
- Dokter Ghea Duandiza menyatakan kunjungan pasien ISPA di Palembang melonjak lebih dari 50 persen dari biasanya.
Kapan sesak napas harus dianggap darurat?
Ghea mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap semua keluhan sesak sebagai gangguan ringan. Ada sejumlah tanda yang menurutnya perlu menjadi perhatian dan membutuhkan pertolongan medis segera.
Beberapa di antaranya adalah napas yang semakin cepat disertai tanda-tanda syok, perubahan warna bibir, kuku atau ujung jari menjadi kebiruan, hingga penurunan kesadaran.
Kondisi yang juga perlu segera dibawa ke IGD antara lain henti napas, batuk disertai darah, nyeri dada hebat atau sesak yang tidak membaik meski sudah menggunakan obat yang biasa dikonsumsi pasien.
Artinya, masyarakat tidak disarankan menunggu terlalu lama ketika seseorang dengan gangguan pernapasan mulai menunjukkan tanda kegawatan.
Apa yang harus dilakukan saat menemukan orang sesak di tengah asap?
Jika menemukan seseorang mengalami sesak napas di ruang publik, Ghea menyarankan agar orang tersebut segera dipindahkan ke lokasi yang tidak terlalu ramai dan memiliki sirkulasi udara lebih baik. Posisi tubuh pasien dibuat senyaman mungkin. Pakaian yang terlalu ketat juga perlu dilonggarkan.
Masyarakat juga diminta tidak sembarangan memberikan makanan atau minuman kepada orang yang sedang mengalami kondisi tersebut. “Jangan memberikan makanan atau minuman kecuali obat yang memang biasa dikonsumsi pasien, jika ada. Risiko tersedak sangat tinggi,” ujar Ghea.
Setelah itu, segera minta bantuan tenaga medis dan jangan meninggalkan pasien sendirian.
Baca Juga: Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap
Terlebih jika orang tersebut mulai kehilangan kesadaran, mengalami perubahan warna pada bibir atau kuku, atau kesulitan bernapas yang semakin berat.
Secara medis, mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan ketika kualitas udara memburuk. Ghea juga menyarankan masyarakat menutup rapat pintu dan jendela rumah serta menggunakan masker respirator seperti N95 ketika harus beraktivitas di luar.
Tetapi anjuran tersebut tidak selalu mudah diterapkan.
Pekerja informal seperti pengemudi ojol justru menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan. Karena itu, mereka termasuk kelompok yang sulit sepenuhnya menghindari paparan udara luar ketika asap menyelimuti kota.
Untuk kelompok pekerja lapangan, Ghea menyarankan agar perlindungan tetap dilakukan sebisa mungkin, termasuk disiplin menggunakan masker, menjaga asupan air dan segera memeriksakan diri ketika muncul keluhan kesehatan.
Angka ISPA Palembang sudah tinggi sebelum Oktober
Berita Terkait
-
Kisah Terakhir Hardiansyah, Ojol Palembang dengan Asma yang Meninggal di Tengah Asap
-
Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lewat Sholat Istisqa di Tengah Kemarau
-
Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam
-
Palembang Diselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Masuk Zona Berbahaya Lagi
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
Kabut Asap Sumsel Tak Hanya Bikin Sesak, Akademisi Soroti 'Empathy Gap' Kepala Daerah
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik
-
Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan