- Lima penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami penundaan jadwal akibat kabut asap karhutla pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Penundaan terjadi karena jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional demi mengutamakan keselamatan penerbangan.
- Sebelumnya pada Kamis, 1 Oktober 2026, sebanyak 12 penerbangan di bandara yang sama juga terdampak masalah serupa.
Kondisi serupa juga pernah terjadi pada 25 September. Saat itu jarak pandang di sekitar Bandara SMB II turun sekitar 700 meter dan salah satu penerbangan dari Jakarta menuju Palembang harus melakukan RTB.
Artinya, gangguan penerbangan akibat kabut asap kini muncul berulang ketika jarak pandang turun di bawah batas operasional.
Gangguan penerbangan menjadi salah satu dampak yang terlihat langsung ketika asap karhutla menyelimuti Palembang.
Sehari sebelumnya, pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Pada 1 Oktober, Palembang, Ogan Ilir dan PALI dilaporkan masuk kategori berbahaya berdasarkan pemantauan kualitas udara, dengan konsentrasi PM2.5 berada di atas 300 mikrogram per meter kubik pada sejumlah waktu pengamatan.
BMKG juga menyebut pola waktu memburuknya kualitas udara di Palembang mengalami perubahan, dengan kondisi asap dapat bertahan dari dini hari hingga menjelang siang. Sebaran asap dikaitkan dengan arah angin dan masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Bagi penerbangan, parameter yang paling langsung menentukan operasional tetap kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara.
Karena itu, meski jumlah penerbangan yang tercatat terdampak pada 2 Oktober lebih sedikit dibanding sehari sebelumnya, munculnya kembali laporan visibility below minima menunjukkan bahwa asap masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai dalam aktivitas penerbangan di Bandara SMB II Palembang.
Calon penumpang yang akan terbang dari maupun menuju Palembang disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing karena kondisi jarak pandang dapat berubah dan berdampak pada jadwal penerbangan.
Baca Juga: Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
Tag
Berita Terkait
-
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru
-
Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?
-
16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini
-
Habitat Terbakar, Anak Kucing Kuwuk 2 Bulan Ditemukan Sendirian di Ogan Ilir
-
7 Kali Reshuffle Prabowo, Pengamat UIN Raden Fatah Palembang Soroti Efeknya ke Birokrasi
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?