Tasmalinda
Minggu, 27 September 2026 | 14:34 WIB
Sejumlah warga, pendamping, dan tim teknis melihat kondisi PLTMH di Dusun Rantau Dedap, Desa Segamit, Muara Enim
Baca 10 detik

·       Dusun Rantau Dedap berada di Desa Segamit, kawasan yang juga menjadi lokasi pengembangan panas bumi PT Supreme Energy Rantau Dedap.

·       Di dusun tersebut, masyarakat memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik melalui PLTMH berkapasitas 5 kilowatt.

·       Air menjadi sumber energi sekaligus penanda yang diperhatikan masyarakat ketika terjadi perubahan debit di kawasan hulu.

Bagi masyarakat, menjaga air berarti menjaga sumber energi yang mereka manfaatkan.

HaKI juga mendampingi masyarakat Segamit dalam pengelolaan perhutanan sosial melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Hutan Desa Segamit. Kawasan hutan desa tersebut ditetapkan melalui keputusan gubernur pada 2015 dengan luas sekitar 3.245 hektar.

Dalam pengelolaan kawasan itu, debit air menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Air menggerakkan turbin, tetapi perubahan alirannya juga dapat memberi tanda tentang kondisi kawasan di bagian hulu. “Kalau debit air kecil, ada sesuatu yang salah di bagian hulu (kawasan hutan),” ujar Koordinator Program Perhutanan Sosial HaKI, Bejo Dewangga.

Karena itu, air memiliki dua fungsi bagi masyarakat. Ia menghasilkan listrik sekaligus menjadi penanda yang mendorong mereka memperhatikan kondisi kawasan sumber air.

PLTMH kemudian tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan listrik. Penerangannya membantu aktivitas warga, sekolah hingga pesantren. Di sisi lain, pembangkit membuat masyarakat memiliki kepentingan langsung untuk menjaga sumber air tetap tersedia.

Energi yang dihasilkan dari aliran air bergantung pada keberadaan air itu sendiri. Karena itu, kondisi hutan dan vegetasi di kawasan hulu menjadi bagian dari keberlanjutan sumber energi tersebut.

Bejo menambahkan pengembangan energi terbarukan tidak cukup berhenti pada pembangunan pembangkit. “Energi terbarukan tidak hanya soal panel dan teknologi. Ada masyarakat, sumber daya lokal, dan ada juga tantangannya,”ujarnya.

Di Rantau Dedap, hubungan itu terlihat dari kebutuhan yang sederhana. Air menggerakkan turbin, listrik membantu kegiatan sekolah, dan masyarakat mendapatkan manfaatnya.

Namun, selama energi bergantung pada aliran air, sumber air harus tetap dijaga. Di kawasan panas bumi Rantau Dedap, air memberi energi dalam skala kecil bagi masyarakat. Hutan menjaga sumber air itu tetap hidup. Dari sana, listrik dapat terus mengalir dan memberi manfaat bagi warga.

Baca Juga: Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026

Load More