· Dusun Rantau Dedap berada di Desa Segamit, kawasan yang juga menjadi lokasi pengembangan panas bumi PT Supreme Energy Rantau Dedap.
· Di dusun tersebut, masyarakat memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik melalui PLTMH berkapasitas 5 kilowatt.
· Air menjadi sumber energi sekaligus penanda yang diperhatikan masyarakat ketika terjadi perubahan debit di kawasan hulu.
Bagi masyarakat, menjaga air berarti menjaga sumber energi yang mereka manfaatkan.
HaKI juga mendampingi masyarakat Segamit dalam pengelolaan perhutanan sosial melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Hutan Desa Segamit. Kawasan hutan desa tersebut ditetapkan melalui keputusan gubernur pada 2015 dengan luas sekitar 3.245 hektar.
Dalam pengelolaan kawasan itu, debit air menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Air menggerakkan turbin, tetapi perubahan alirannya juga dapat memberi tanda tentang kondisi kawasan di bagian hulu. “Kalau debit air kecil, ada sesuatu yang salah di bagian hulu (kawasan hutan),” ujar Koordinator Program Perhutanan Sosial HaKI, Bejo Dewangga.
Karena itu, air memiliki dua fungsi bagi masyarakat. Ia menghasilkan listrik sekaligus menjadi penanda yang mendorong mereka memperhatikan kondisi kawasan sumber air.
PLTMH kemudian tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan listrik. Penerangannya membantu aktivitas warga, sekolah hingga pesantren. Di sisi lain, pembangkit membuat masyarakat memiliki kepentingan langsung untuk menjaga sumber air tetap tersedia.
Energi yang dihasilkan dari aliran air bergantung pada keberadaan air itu sendiri. Karena itu, kondisi hutan dan vegetasi di kawasan hulu menjadi bagian dari keberlanjutan sumber energi tersebut.
Bejo menambahkan pengembangan energi terbarukan tidak cukup berhenti pada pembangunan pembangkit. “Energi terbarukan tidak hanya soal panel dan teknologi. Ada masyarakat, sumber daya lokal, dan ada juga tantangannya,”ujarnya.
Di Rantau Dedap, hubungan itu terlihat dari kebutuhan yang sederhana. Air menggerakkan turbin, listrik membantu kegiatan sekolah, dan masyarakat mendapatkan manfaatnya.
Namun, selama energi bergantung pada aliran air, sumber air harus tetap dijaga. Di kawasan panas bumi Rantau Dedap, air memberi energi dalam skala kecil bagi masyarakat. Hutan menjaga sumber air itu tetap hidup. Dari sana, listrik dapat terus mengalir dan memberi manfaat bagi warga.
Baca Juga: Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026
Tag
Berita Terkait
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
PTBA Raih Silver Winner Greenovation 2026 Lewat Inovasi Energi Surya
-
Bara dari Bumi, Jalan Menuju Kedaulatan Energi
-
HUT RI ke-81, Kilang Plaju Pertamina Teguhkan Semangat Kemerdekaan dan Ketahanan Energi
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026