- Sebanyak 14 UMKM binaan Bank Indonesia Sumatera Selatan mengikuti ajang Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta.
- Acara pameran tersebut diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta International Convention Center pada 20 hingga 23 Agustus 2026.
- Keikutsertaan UMKM dalam ajang ini bertujuan memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan produk, serta membuka peluang ekspor global.
Secara nasional, peran UMKM juga sangat besar. Jumlah pelakunya mencapai sekitar 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mendorong peningkatan produksi. Akses pasar, pembiayaan, kualitas produk, branding, digitalisasi, dan jejaring usaha menjadi bagian penting agar pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperluas skala bisnis.
KKI 2026 Hadirkan Lebih Banyak UMKM
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11. Tahun ini, Bank Indonesia menghadirkan sejumlah pengembangan baru, mulai dari program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, hingga penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.
Pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Selama empat hari pelaksanaan, KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, termasuk talkshow ekonomi dan keuangan inklusif dan berkelanjutan, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM unggulan, hingga berbagai ruang interaksi dan instalasi hijau.
Melalui KKI 2026, Bank Indonesia mendorong terbentuknya ekosistem UMKM yang semakin inklusif, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Bagi UMKM Sumatera Selatan, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk membawa produk lokal keluar dari pasar daerah, membangun jejaring yang lebih luas, dan membuka peluang agar usaha yang tumbuh dari Sumsel dapat menjangkau pasar nasional hingga global.
Baca Juga: Putri Ordinary Kitchen, Kisah UMKM Belitung Timur yang Terus Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
Tag
Berita Terkait
-
Putri Ordinary Kitchen, Kisah UMKM Belitung Timur yang Terus Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara
-
PTBA Sulap Perayaan HUT RI Jadi Panggung UMKM dan Produk Budaya Lokal di Muara Enim
-
Kilang Plaju Gandeng Kemenkum Sumsel, Perkuat Legalitas UMKM dan Perlindungan Merek
-
BI Sumsel Beberkan Kunci Inflasi Tetap Terkendali Meski El Nino dan Tahun Ajaran Baru
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban