- Sebanyak 10.910 warga binaan di Sumatera Selatan menerima remisi HUT ke-81 RI pada tahun ini.
- Kepala Kanwil Kemenkum Sumsel, Maju Amintas Siburian, menyatakan remisi diberikan kepada yang memenuhi syarat administratif dan berkelakuan baik.
- Kebijakan pengurangan masa pidana tersebut berhasil membantu mengatasi masalah kelebihan kapasitas di lapas dan rutan.
SuaraSumsel.id - Sebanyak 10.910 warga binaan pemasyarakatan di Sumatera Selatan menerima remisi atau pengurangan masa pidana dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, ratusan orang langsung dinyatakan bebas dan dapat kembali ke masyarakat.
Pemberian remisi ini menjadi bagian dari agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap peringatan Hari Kemerdekaan sebagai bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian menjelaskan bahwa remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif serta menunjukkan kedisiplinan dan perubahan sikap selama menjalani masa pidana.
“Remisi ini diberikan kepada mereka yang memenuhi syarat dan aktif mengikuti program pembinaan di lapas maupun rutan,” ujarnya.
Selain sebagai bentuk apresiasi, pemberian remisi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong keberhasilan program pembinaan. Warga binaan yang mendapatkan pengurangan masa hukuman diharapkan semakin termotivasi untuk mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga pembinaan kepribadian.
Data yang diterima Suara.com menunjukkan, jumlah penerima remisi di Sumatera Selatan setiap tahunnya konsisten berada di atas 10 ribu orang. Pada 2024 tercatat 11.609 warga binaan menerima remisi, kemudian pada 2025 sebanyak 10.960 orang, dan pada tahun ini mencapai 10.910 orang. Angka tersebut mencerminkan berjalannya program pembinaan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
Di sisi lain, pemberian remisi juga membantu mengurangi persoalan kelebihan kapasitas di sejumlah lapas dan rutan di Sumatera Selatan yang selama ini masih melebihi daya tampung.
Bagi warga binaan yang langsung bebas, remisi menjadi momentum untuk memulai kehidupan baru di tengah masyarakat. Mereka diharapkan dapat kembali dengan sikap yang lebih baik serta tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan.
Baca Juga: Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Kematian Tahanan di Lapas Mata Merah: Bekas Jeratan Tali di Leher
-
Geger! Tahanan Kasus Pembunuhan Anak SMP Tewas di Lapas Palembang
-
257 Warga Binaan di Sumsel Diusulkan Bebas Saat Perayaan HUT RI ke 77
-
4 Fakta Dua Narapidana Lapas Lubuklinggau Nekat Ingin Kabur: Jebol Plafon Setinggi 3 Meter
-
Dua Narapidana Hendak Kabur Dari Lapas Lubuklinggau, Terjatuh Dari Plafon Setinggi 3 Meter
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru