- Kejari Palembang memeriksa 13 lurah sebagai saksi terkait dugaan korupsi pemeliharaan lampu jalan tahun anggaran 2025.
- Penyidik juga telah memeriksa mantan Kepala Dishub Palembang guna melengkapi berkas perkara kasus korupsi tersebut.
- Hingga saat ini, pihak kejaksaan belum menetapkan tersangka maupun merinci total kerugian negara dalam kasus ini.
Banyaknya lurah yang masuk ruang pemeriksaan menjadi salah satu perkembangan penting dalam penyidikan perkara ini. Namun, hingga kini kejaksaan belum mengungkap secara detail materi pemeriksaan maupun alasan spesifik pemanggilan masing-masing lurah.
Karena itu, pemeriksaan terhadap 13 lurah tersebut tidak dapat serta-merta diartikan sebagai keterlibatan mereka dalam dugaan tindak pidana. Seluruhnya sejauh ini diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk membantu penyidik mengungkap konstruksi perkara.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mendalami pelaksanaan kegiatan pemeliharaan lampu jalan yang menggunakan anggaran dari APBD Perubahan 2025.
Keterangan para saksi diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan sekaligus menelusuri bagaimana kegiatan tersebut direncanakan dan dilaksanakan.
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Terus Bergulir
Penyidikan dugaan korupsi pemeliharaan lampu jalan menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari.
Lampu penerangan jalan memiliki peran penting bagi keselamatan dan keamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Hingga perkembangan terbaru, Kejari Palembang belum mengumumkan nilai dugaan kerugian negara maupun penetapan tersangka dalam perkara tersebut.
Namun, dengan sedikitnya 23 saksi yang telah diperiksa, termasuk 13 lurah dan mantan Kepala Dishub Palembang, penyidikan masih terus bergulir. Belum diketahui apakah penyidik akan kembali memanggil lurah, pejabat Dishub, maupun pihak lain untuk dimintai keterangan dalam pengembangan perkara selanjutnya.
Baca Juga: Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
Berita Terkait
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
-
Viral Siswi SMP di Palembang Dijambak dan Ditendang Gegara Berebut Siswa Laki-laki, Aksinya Direkam
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Pulang ke Palembang Usai Liburan, Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Terpeka, 4 Tewas
-
Satu per Satu Dipanggil, 13 Lurah Diperiksa di Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang
-
BRI Perkuat Perlindungan Nasabah Lewat Penyesuaian Status Rekening Tabungan dan Giro
-
Bakar Rumah Mantan Mertua di PALI, Ayu Nyaris Diamuk Warga Usai Menyerahkan Diri
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya