Tasmalinda
Kamis, 02 Juli 2026 | 23:21 WIB
penandatangan bersama Mou PT Bukit Asam Tbk
Baca 10 detik
  • PTBA menjalin kerja sama dengan Pertamina NRE untuk mengembangkan PLTS di lahan pascatambang guna mendukung transisi energi nasional.
  • Kedua BUMN akan memanfaatkan lebih dari 250 hektare lahan pascatambang yang telah direklamasi sebagai lokasi pembangunan PLTS strategis.
  • Kolaborasi ini bertujuan mempercepat target Net Zero Emission Indonesia sekaligus memperkuat portofolio energi berkelanjutan bagi perusahaan tersebut.

SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat transformasi bisnis menuju perusahaan energi berkelanjutan. Kali ini, anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID tersebut resmi menjalin kerja sama dengan PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE/PNRE) untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan operasional dan lahan pascatambang milik PTBA.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi langkah awal sinergi dua BUMN dalam mempercepat transisi energi nasional sekaligus mengoptimalkan aset negara menjadi sumber energi bersih.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam transformasi bisnis perusahaan menuju portofolio energi rendah karbon.

"Sinergi ini menjadi milestone strategis bagi PTBA dalam percepatan transformasi bisnis energi, penguatan portofolio energi baru terbarukan, serta peningkatan kontribusi pendapatan dari sektor energi masa depan," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan pembangkit energi terbarukan yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Lahan Pascatambang Disiapkan Jadi Pusat Energi Surya

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menjelaskan perusahaan melihat peluang besar memanfaatkan lahan pascatambang yang telah direklamasi sebagai lokasi pembangunan PLTS skala besar.

Selama ini, salah satu tantangan utama pengembangan PLTS adalah ketersediaan lahan. Sementara PTBA memiliki ribuan hektare lahan reklamasi yang siap dimanfaatkan.

"Salah satu problem PLTS adalah penyediaan lahan. Di sisi lain kami memiliki banyak lahan pascatambang yang sudah direklamasi. Setelah reklamasi, lahan tersebut akan lebih optimal jika dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru," kata Turino.

Baca Juga: Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal

Ia mengungkapkan, pada tahap awal terdapat lebih dari 250 hektare lahan pascatambang yang dinilai siap digunakan untuk pengembangan proyek PLTS.

Turino meyakini kawasan bekas tambang tidak hanya dapat dipulihkan fungsi ekologisnya, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat energi hijau yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.

Perkuat Portofolio Energi Bersih

Selain mengembangkan energi surya, PTBA juga terus memperluas diversifikasi bisnis melalui berbagai proyek hilirisasi batu bara yang lebih ramah lingkungan, seperti Coal to DME, Synthetic Natural Gas (SNG), hingga Kalium Humat.

Di sisi energi terbarukan, perusahaan telah memiliki portofolio pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas sekitar 1,2 MWp.

Menurut Turino, penguasaan teknologi menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi energi yang berkelanjutan.

Load More