Tasmalinda
Selasa, 23 Juni 2026 | 19:36 WIB
PT Bukit Asam menggelar pelatihan perempuan lewat Program EcoGrow Mom
Baca 10 detik
  • PT Bukit Asam menjalankan program EcoGrow Mom untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani Utun Makmur di Muara Enim.
  • Pelatihan mencakup aspek teknis budidaya hortikultura serta penguatan manajemen organisasi dan pengelolaan keuangan bagi para peserta kelompok.
  • Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian perempuan, mendukung ketahanan pangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kapasitas kelompok usaha berbasis komunitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program EcoGrow Mom, yang difokuskan pada peningkatan kemampuan Kelompok Wanita Tani (KWT) agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Program tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani Utun Makmur di Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Melalui kegiatan ini, PTBA tidak hanya memberikan pelatihan teknis pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas organisasi dan manajemen usaha kelompok agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen PTBA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Eko.

Pelatihan tersebut dihadiri Kepala Desa Tanjung Karangan Nasni Balkis, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanjung Agung Suratman, Ketua KWT Utun Makmur Sri Basuki Dwi Astuti, serta jajaran manajemen PTBA. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat sektor pertanian berbasis masyarakat.

Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan sumber penghidupan yang produktif dan berkelanjutan.

"Melalui Program EcoGrow Mom, PTBA mendorong tumbuhnya kelompok wanita tani yang mandiri, produktif, dan memiliki kemampuan mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat," kata Dedy.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi teknis mengenai budidaya hortikultura dan pengendalian hama tanaman yang disampaikan oleh tim ahli dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Muara Enim. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik lapangan mengenai teknik penanaman dan pemupukan hortikultura yang dipandu praktisi pertanian Muhammad Zailani.

Tidak hanya fokus pada aspek budidaya, PTBA juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai penguatan kelembagaan kelompok dan pengelolaan keuangan sederhana. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kemampuan anggota kelompok dalam mengelola usaha secara lebih profesional serta memperkuat tata kelola organisasi.

Baca Juga: PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi

Melalui pendekatan yang menyentuh aspek teknis, manajerial, dan kelembagaan, Program EcoGrow Mom diharapkan mampu menciptakan kelompok usaha perempuan yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Bagi PTBA, pemberdayaan perempuan melalui sektor pertanian bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal. Dengan semakin kuatnya kapasitas kelompok wanita tani, manfaat program diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Load More