- Seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia saat mengantre pengisian bahan bakar di SPBU Sembawa, Banyuasin, Senin (29/6/2026).
- Upaya pertolongan medis telah diberikan kepada korban, namun nyawanya tidak tertolong saat dibawa menuju Puskesmas Sembawa.
- Polda Sumatera Selatan sedang menyelidiki penyebab kematian korban serta mengimbau pengemudi agar tetap menjaga kondisi fisik mereka.
SuaraSumsel.id - Peristiwa duka terjadi di SPBU Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seorang sopir truk dilaporkan meninggal dunia saat sedang mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM), Senin (29/6/2026).
Korban diketahui mengemudikan truk bernomor polisi B 9653 SCP. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sopir tersebut ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri saat berada di dalam kendaraannya yang tengah mengantre BBM.
Warga dan petugas di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum akhirnya korban dievakuasi ke Puskesmas Sembawa. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Sejumlah pihak menduga korban meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalani aktivitas berkendara dalam waktu lama. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan pihak kepolisian telah menerima informasi terkait kejadian tersebut.
"Anggota sudah mendapatkan informasi terkait peristiwa itu. Saat ini kami masih mengumpulkan data dan informasi untuk memastikan kronologi maupun penyebab kejadian tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman sebelum memberikan keterangan resmi lebih lanjut kepada publik.
Peristiwa ini sempat membuat aktivitas di SPBU Sembawa terganggu. Pihak berwenang mengimbau para pengemudi, khususnya sopir angkutan berat, untuk memperhatikan kondisi fisik dan beristirahat cukup guna menghindari kejadian serupa.
Baca Juga: Sopir Truk Kabur Usai Hiace Tabrak Hino di Muba, 4 Orang Tewas
Berita Terkait
-
Sopir Truk Kabur Usai Hiace Tabrak Hino di Muba, 4 Orang Tewas
-
Hanya Karena Menegur Penyerobot Antrean Solar, Sopir Truk di Palembang Kehilangan Nyawa
-
Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang
-
Gara-gara Antrean Solar, Sopir Truk Ngaku Diculik dan Diancam Ditembak Oknum Polisi
-
Mencekam, Kebakaran SPBU di Palembang Saat Antrean Ramai: Ini 5 Fakta yang Terungkap
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD