- BEM Universitas Sriwijaya akan menggelar unjuk rasa di DPRD Sumatera Selatan pada Rabu, 24 Juni 2026 mendatang.
- Mahasiswa menuntut delapan isu nasional, termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset serta evaluasi program makan bergizi gratis.
- Aksi tersebut bertujuan mengawal kebijakan publik sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan masyarakat luas.
SuaraSumsel.id - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya menyatakan sikap dengan turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Sumatera Selatan, sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui seruan aksi yang beredar di media sosial resmi organisasi mahasiswa, BEM Unsri mengajak seluruh mahasiswa Universitas Sriwijaya untuk mengikuti aksi pada Rabu (24/6/2026).
Aksi dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB dengan titik kumpul di Landmark Unsri Indralaya dan Landmark Bukit Besar Palembang sebelum bergerak menuju Gedung DPRD Sumsel.
Dalam poster yang beredar, BEM Unsri mengusung slogan tegas "Sriwijaya Tidak Diam!" sebagai bentuk sikap terhadap berbagai kebijakan nasional yang dinilai bermasalah.
Narahubung BEM Unsri, Alief Abbiyu, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Kami tidak bisa terus diam melihat berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Mahasiswa harus hadir sebagai kontrol sosial,” ujar Alief.
Keputusan ini menambah daftar panjang aksi mahasiswa di Sumatera Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah kelompok mahasiswa sebelumnya telah lebih dulu turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Kini, BEM Unsri sebagai organisasi mahasiswa dari kampus terbesar di Sumatera Selatan turut bergabung dalam gelombang aksi tersebut.
Bawa Delapan Tuntutan
Baca Juga: Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
Dalam materi aksi yang disebarkan, BEM Unsri menyiapkan delapan poin tuntutan yang akan disampaikan kepada DPRD Sumsel.
Tuntutan tersebut meliputi percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, evaluasi total terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta perbaikan distribusi subsidi energi agar lebih berpihak kepada masyarakat rentan.
Mahasiswa juga menyoroti isu supremasi sipil dengan mendorong revisi Undang-Undang TNI dan Polri.
Selain itu, BEM Unsri menolak pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh TNI dan Polri serta mendesak perlindungan terhadap kebebasan pers.
Dua tuntutan lainnya adalah mengembalikan alokasi Tunjangan Kinerja Dosen (TKD) ke porsi semula dan menolak kebijakan yang dinilai berpotensi mengurangi independensi bank sentral.
Menurut Alief Abbiyu, seluruh tuntutan tersebut merupakan hasil kajian internal mahasiswa terhadap kondisi sosial dan kebijakan pemerintahan saat ini.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Dukung MBG Demo di DPRD Sumsel, Siapa Sebenarnya Massa yang Turun ke Jalan?
-
Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Sudah Berjam-jam Bertahan, Mahasiswa Terus Berorasi soal BBM hingga MBG di DPRD
-
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lewat Program 1000 HPK, BRI Peduli Perkuat Layanan Posyandu di Sleman
-
Dari Satu Roda, Jalan Panjang Ardi Menjemput Penghidupan Bersama FIFGROUP
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS
-
Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren