- Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 523 kasus Flu Singapura pada anak selama 23 minggu pertama tahun 2026.
- Penyakit menular ini sering terlambat dideteksi karena gejalanya menyerupai sariawan dan flu biasa pada anak usia dini.
- Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kebersihan guna menekan penyebaran virus di sekolah dan rumah.
SuaraSumsel.id - Luka kecil di mulut, demam ringan, dan ruam pada telapak tangan sering dianggap masalah kesehatan biasa oleh sebagian orang tua. Namun gejala tersebut bisa menjadi tanda awal Flu Singapura atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) yang saat ini kembali meningkat di Sumatera Selatan.
Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat sebanyak 523 kasus suspek Flu Singapura ditemukan sejak minggu pertama hingga minggu ke-23 tahun 2026. Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 102 kasus. Kabupaten PALI berada di urutan kedua dengan 75 kasus, disusul Musi Banyuasin 61 kasus, Prabumulih 58 kasus, serta Lahat dan Muara Enim yang masing-masing mencatat 54 kasus.
Kondisi ini membuat Dinas Kesehatan Sumsel meminta sekolah, tempat kursus, arena bermain, dan orang tua meningkatkan kewaspadaan karena penyakit tersebut sangat mudah menular di lingkungan anak-anak.
Anak TK dan SD Paling Rentan
Flu Singapura lebih banyak menyerang anak usia dini, terutama kelompok TK dan sekolah dasar yang memiliki interaksi tinggi dengan teman sebaya.
Lingkungan kelas, tempat bermain indoor, hingga tempat penitipan anak menjadi lokasi yang berpotensi mempercepat penularan virus. Jika satu anak terinfeksi, risiko penyebaran ke teman-teman sekelasnya cukup tinggi.
Menurut informasi kesehatan yang dipublikasikan RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Flu Singapura disebabkan oleh virus Coxsackie A16 dan Enterovirus 71. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering ditemukan pada anak usia di bawah lima tahun.
Gejalanya Sering Dianggap Sariawan
Salah satu penyebab Flu Singapura kerap terlambat dikenali adalah karena gejalanya menyerupai penyakit ringan yang umum terjadi pada anak.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Hadirkan BSB Prioritas, Layanan Perbankan Premium Sentuhan Personal
Gejala awal biasanya berupa:
- Demam ringan hingga sedang
- Nyeri tenggorokan
- Anak menjadi rewel dan lemas
- Nafsu makan menurun
- Sariawan atau luka di rongga mulut
- Ruam atau bintik merah di telapak tangan dan kaki
Dalam beberapa kasus, ruam juga dapat muncul di bokong maupun area tubuh lainnya. "Flu Singapura umumnya diawali gejala yang menyerupai flu biasa sehingga sering tidak disadari sejak awal," demikian informasi yang dipublikasikan RSMH Palembang.
Kenapa Kasus Meningkat?
Dinkes Sumsel menjelaskan peningkatan kasus biasanya terjadi saat masa peralihan musim dan puncak musim kemarau.
Pada periode tersebut anak-anak lebih banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan sehingga kontak antarindividu menjadi lebih intens. Selain itu, kondisi cuaca panas dan lembap juga mendukung penyebaran virus.
Virus dapat menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak dengan cairan lepuhan kulit penderita, maupun melalui tangan dan benda yang terkontaminasi virus.
Berita Terkait
-
Bank Sumsel Babel Hadirkan BSB Prioritas, Layanan Perbankan Premium Sentuhan Personal
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Layanan Digital, Beli Paket Data Telkomsel Kini Bisa di BSB Mobile
-
Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang
-
Bank Sumsel Babel Hadirkan Kembali Safe Deposit Box, Solusi Aman Aset Berharga
-
Koalisi Anti Mafia Tanah Sumsel Kecam Penetapan 4 Petani Muba sebagai Tersangka
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Makin Meriah Bareng BRImo, Ada Cashback hingga Aktivitas Berhadiah
-
PHR dan Kejaksaan Agung Kawal Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM
-
Dari Energi untuk Negeri, Kilang Plaju Hadirkan Harapan Dengan Donor Darah
-
Sumsel Raih 3 Penghargaan TPID dan TP2DD Awards 2026
-
Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?