Tasmalinda
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:40 WIB
Kredit perbankan Sumsel melonjak 10,54 persen, dunia usaha masih percaya diri
Baca 10 detik
  • Pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan mencapai 10,54 persen secara tahunan, mencerminkan ekspansi dunia usaha yang tetap agresif.
  • Ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh 5,34 persen, didorong oleh sektor pertambangan, industri, perdagangan, dan pertanian.
  • Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sumatera Selatan tumbuh positif di kisaran 5,00 hingga 5,80 persen sepanjang tahun 2026.

Meski demikian, BI mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global belum sepenuhnya berakhir. Konflik di Timur Tengah, perlambatan ekonomi sejumlah negara besar, hingga tekanan terhadap nilai tukar masih menjadi faktor yang harus diwaspadai. Karena itu, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50 persen untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.

Namun menariknya, di tengah kenaikan suku bunga tersebut, kredit di Sumatera Selatan disebut masih mampu tumbuh di atas 10 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa dunia usaha di daerah belum melakukan langkah defensif secara besar-besaran. Pelaku usaha masih melihat peluang pasar, sementara masyarakat masih memiliki daya beli yang cukup untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Bagi Bank Indonesia, kombinasi antara pertumbuhan ekonomi 5,34 persen, kredit yang tumbuh 10,54 persen, dan inflasi yang tetap terkendali menjadi alasan untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Sumatera Selatan sepanjang 2026.

Di saat banyak wilayah menghadapi ketidakpastian akibat gejolak global, Sumsel justru menunjukkan bahwa sektor keuangan dan dunia usaha masih bergerak ekspansif.

Jika tren ini terus terjaga hingga akhir tahun, pertumbuhan kredit dua digit bukan hanya menjadi angka statistik, melainkan bukti bahwa roda ekonomi Sumatera Selatan masih berputar dengan kuat di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya mereda.

Load More