- Burgo dan celimpungan merupakan kuliner khas Palembang berbahan dasar tepung beras serta ikan yang disajikan dengan kuah santan.
- Kedua makanan tradisional ini hanya dijajakan oleh pedagang lokal di kawasan pasar atau permukiman setiap pagi hari.
- Wisatawan dapat menemukan sajian autentik tersebut di area 26 Ilir, Pasar Kuto, Demang Lebar Daun, dan Pasar 16 Ilir.
SuaraSumsel.id - Berbeda dengan pempek yang bisa dinikmati kapan saja, burgo dan celimpungan justru punya “jam emas”: pagi hari. Dua kuliner khas Palembang ini paling nikmat disantap saat masih hangat, biasanya dijajakan sejak subuh hingga menjelang siang.
Burgo dibuat dari adonan tepung beras yang digulung tipis, lalu disiram kuah santan gurih. Sementara celimpungan adalah olahan berbahan ikan dengan tekstur kenyal, disajikan dengan kuah santan berbumbu yang lebih kaya.
Menariknya, kuliner ini lebih sering ditemukan di warung tradisional atau lapak pagi dibanding restoran besar. Karena itu, daftar berikut disusun dari tempat yang memang dikenal luas atau kawasan yang jadi pusat burgo dan celimpungan di Palembang.
1. Kawasan 26 Ilir (Pusat Burgo Pagi Hari)
Kawasan 26 Ilir dikenal sebagai salah satu spot sarapan favorit warga lokal. Banyak penjual burgo dan celimpungan buka sejak pagi di sekitar pasar dan pinggir jalan.
Ciri khasnya: rasa autentik, harga terjangkau, dan selalu ramai.
2. Sekitar Pasar Kuto (Langganan Warga Lokal)
Di sekitar Pasar Kuto, banyak penjual burgo yang sudah berjualan turun-temurun.
Kuah santannya cenderung lebih kental dengan rasa gurih kuat—ciri khas yang disukai warga lama Palembang.
3. Kawasan Demang Lebar Daun
Baca Juga: Viral di Medsos! Tiga Kedai Mie Celor Ini Disebut Paling Enak di Palembang
Wilayah ini jadi salah satu titik favorit untuk sarapan praktis. Banyak penjual burgo dan celimpungan mangkal di pagi hari.
Lokasinya strategis, sering jadi pilihan pekerja sebelum beraktivitas.
4. Sekitar Pasar 16 Ilir
Pasar 16 Ilir merupakan pusat aktivitas ekonomi sekaligus surga kuliner pagi.
Burgo di sini terkenal sederhana, tapi justru itu daya tariknya: rasa asli tanpa banyak modifikasi.
5. Warung Burgo Rumahan (UMKM Lokal)
Banyak burgo terenak justru tidak punya nama besar—hanya warung kecil atau jualan depan rumah. Inilah kekuatan kuliner Palembang: rasa autentik sering tersembunyi di tempat sederhana.
Kenapa Burgo & Celimpungan Sulit Ditemukan di Restoran Besar?
Tag
Berita Terkait
-
Viral di Medsos! Tiga Kedai Mie Celor Ini Disebut Paling Enak di Palembang
-
Kenapa Baru Sekarang Terbongkar? Perjanjian Pemkot dan PT BCR Dinilai Rugikan Daerah
-
5 Rekomendasi Tempat Ngopi Pagi Sekaligus Meeting Paling Nyaman di Palembang Update 2025
-
Laksan vs Celimpungan: Pertarungan Dua Hidangan Santan Paling Ikonik di Palembang
-
Apa Bisa PKL Tertib Tanpa Konflik? Ini Solusi Ratu Dewa di 16 Ilir Palembang
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Sinergi Holding UMi Dorong BRILink Mekaar Tembus Transaksi Rp3,52 Triliun
-
Makan Sepuasnya Murah, Ini 7 Restoran All You Can Eat di Palembang di Bawah Rp150 Ribu
-
Warga Empat Lawang Nikmati Fasilitas Baru dari CSR Bank Sumsel Babel di Hari Jadi Kabupaten
-
Martabak HAR vs Terang Bulan di Palembang: 7 Alasan Duel Kuliner Malam Ini Tak Pernah Mati
-
5 Tempat Makan Burgo dan Celimpungan Terenak di Palembang, Banyak yang Tak Punya Nama